Langsung ke konten utama

6 Tokoh Berpengaruh Mazhab Frankfurt

Teori Kritis adalah istilah yang cakupannya relatif luas, luasnya cakupan bisa dilacak kembali ke asal-usulnya. Ringkasnya, ini adalah bidang filsafat yang bertalian dengan sosiologi dan studi tentang kemasyarakatan secara umum Asal-usulnya merujuk kepada sekelompok ahli teori filsafat Jerman yang membedakan Teori Kritis dari teori sosiologi umum atau yang lebih tradisional, mengingat tujuan dan terapannya. Dikenal sebagai Mazhab Frankfurt (Frankfurt School). Ini adalah sekumpulan para intelektual dan cendekia yang hidup pada periode antara dua perang di Jerman. Setidaknya itu adalah periode bergejolak.


Mazhab Frankfurt dan Teori Kritis

Sebutan resmi Mazhab Frankfurt (Frankfurt School) adalah Institut Penelitian Sosial. Di kemudian waktu institut ini menjadi musuh dari fasisme Jerman yang bangkit. Sebagian besar cendekianya terpaksa pergi ke luar Jerman. Sekalipun keadaan tersebut tidak menguntungkan mereka, karya yang dihasilkan oleh para aktor mazhab Frankfurt ini masih memiliki dampak besar di lapangan hingga kini.

Dari sekian sarjananya tersebut, ada enam aktor yang teori kritis-nya memunyai dampak dan pengaruh yang bertahan lebih lama. Beberapa nama mungkin Anda familiar, mungkin ada pula yang tidak. Terlepas dari itu, semuanya menghasilkan ide-ide berpengaruh dan melalui jalannya proses intelektual yang memukau


1/ Jurgen Habermas: Komunikasi dan Ruang Publik

Jurgen Habermas mempunyai perspektif yang sangat berbeda dari beberapa tokoh Mazhab Frankfurt lain. Dilahirkan pada 1929, ia masih muda ketika bangkit dan berkembangnya fasisme di Jerman. Karena itu ia dianggap sebagai pelengkap dalam kelompok Mazhab Frankfurt, sebagai sarjana generasi kedua. Ayah Habermas adalah seorang simpatisan Nazi pada masa kebangkitan fasisme NAZI. Habermas dimasukkan ke dalam organisasi Pemuda Hitler. Habermas tumbuh dengan keterbatasan bicara karena terlahir sumbing, yang di kemudian hari disyukurinya karena memberinya wawasan unik tentang pentingnya ucapan dan bahasa.

Saat Habermas merampungkan pendidikan dasar dan mulai melanjutkan pendidikan tingkat menengah, Perang Dunia II telah usai. Habermas sepenuhnya meninggalkan ideologi rezim Fasis. Studinya di bawah bimbingan Max Horkheimer dan Theodor Adorno, keduanya adalah anggota Mazhab Frankfurt, membawanya beralih diri ke Teori Kritis dan Marxisme-Sosial.

Habermas menjadi sarjana terkenal di seantero dunia berkat kritiknya terhadap pengetahuan yang berakaitan kepentingan manusia. Ia mengkategorikannya ke dalam tiga divisi kategoris: pengetahuan praktis, instrumental, dan emansipatoris. Memang masih terdapat perdebatan mengenai seberapa independen masing-masing divisi tersebut satu sama lain. Ini adalah suatu perdebatan yang masih ingin dirampungkan oleh Habermas. Ia masih aktif dalam dunia akademis di usia 92 tahun. Karya utama Habermas adalah buku berjudul The Theory of Communicative Action. Ia layak diijormati karena termasuk jajaran penulis yang paling banyak dirujuk dalam makalah dan artikel ilmiah di bidang humaniora saat ini.


2/ Claus Offe: Pendapatan Minimum Universal

Claus Offe adalah salah satu anak didik Habermas. Lahir di tengah kecamuk Perang Dunia II di Berlin. Ia menekuni sosiologi politik. Belajar di bawah bimbingan Habermas, Claus Offe menjadi terkenal sebagai pendukung pendapatan dasar universal (Universal Basic Income) dalam konteks lingkungan masyarakat Eropa. Ia adalah anggota pendiri Jaringan Pendapatan Dasar Eropa (Basic Income European Network) yang sekarang berganti nama menjadi Jaringan Bumi Pendapatan Dasar Dunia (the Basic Income Earth Network).

Karyanya, Basic Income and The Labor Contract, mengadopsi pemahaman filosofis tentang kontrak sosial dalam usaha merumuskan teori kritisnya tentang kontrak kerja yang harus ditegakkan antara pemerintah dan kaum buruh. Menurut pendapat Offe, pendapatan dasar universal harus diaplikasikan sedikit berbeda dari sekadar menerima upah kerja setiap bulan. Bagi Offe, mekanisme ini harus berjalan secara lebih dinamis, yang berarti harus memungkinkan untuk adanya penambahan ataupun pengurangan UBI terhadap kebutuhan masyarakat ketika menerapkannya.


3/ Axel Honneth: Recognition Before Cognition

Axel Honneth adalah salah satu anak didik Habermas lainnya. Dia adalah sarjana Sekolah Frankfurt generasi kedua dan bahkan menjadi direktur institut tersebut di dua dekade pertama abad ke-21, baru-baru ini meletakkan jabatannya. Axel Honneth dibesarkan di Jerman pascaperang, menerima gelar Ph.D. di Berlin. Karyanya berkisar di bidang sosiologi hingga filsafat. Ia bahkan pernah menjabat sebagai the Spinoza Chair of Philosophy yang berkedudukan di Amsterdam pada satu masa dalam hidupnya. Saat ini ia adalah salah satu profesor di Universitas Columbia.

Karya Honneth tentang pengakuan adalah kontribusinya yang paling terkenal terhadap bidang filsafat. Mengambil pendekatan yang mirip dengan Hegel, ia berpendapat bahwa tumbuh kembang dan kesadaran mamusia terbentuk dari pengakuan yang kita miliki terhadap satu sama lain. Pengakuan ini dapat didefinisikan sebagai semacam empati. Dan karena pengakuan adalah hal utama dalam perihal kognisi, maka pengakuan adalah salah satu cara paling mendasar yang dapat kita gunakan untuk memahami satu sama lain.

4/ Oskar Negt: Dominasi dan Liberasi

Oskar Negt adalah salah satu member mazhab Frankfurt yang jalan hidupnya sangat terpengaruhi oleh apa yang terjadi selama kecamuk Perang Dunia II. Ayah Negt adalah anggota Partai Sosial Demokrat (NAZI) pada masa kebangkitan Hitler dan anggota partai fasis tersebut. Meski ayahnya mendedikasilam diri untuk partai tersebut, akhirnya ia terpaksa meninggalkan Jerman setelah perang. Pergantian peristiwa ini kemudian membentuk pemahaman Negt tentang masyarakat dan gagasannya tentang pentingnya liberasi.

Selama kecamuk perang Oskar Negt  yang masih seorang anak-anak, terpaksa dipisahkan dari keluarganya karena serbuan Tentara Merah Soviet ke jantung Jerman, memukul NAZI. Dia dan saudara-saudaranya dikirim ke kamp interniran di Denmark selama dua setengah tahun. Setelah perang berakhir dan kamp interniran ditutup, Oskar Negt bertemu kembali dengan orang tuanya, meski mereka dipersatukan dalam kondisi miskin, di Jerman Timur. Ayah Negt menghadapi banyak reaksi negatif karena hubungannya dengan NAZI sebelum peramg usai. Akhirnya, keluarga tersebut harus bertaruh nyawa melintasi Tembok Berlin yang terkenal kejam. Selama hampir satu tahun ia dan keluarganya menjadi pengungsi di kamp interniran lagi sehingga sulit menjalani kehidupan sehari-hari dengan normal. Memasuki usia hampir dewasa, ia baru dapat bersekolah dan bekerja untuk pertama kalinya.

Masa berkembang dan pendidikan yang sangat penting ini dijalani Oskar Negt. Semangat dan kehidupan baru dalam bidang pendidikan dan pemahaman tentang bagaimana struktur sosial memberi dampak begitu besar terhadap kehidupan masyarakat dan ini membawanya ke jenjang pendidikan tinggi dan teori kritisnya dalam Mazhab Frankfurt. Teori kritisnya, yang sebagian besar didasarkan pada konsep dominasi dan liberasi, tampak jelas kentara terilhami oleh pengalaman personalnya.


5/ Theodor Adorno: Mentor Teori Kritis

Theodor Adorno adalah salah satu pemikir besar berpengaruh Mazhab Frankfurt. Ia telah menjadi member Frankfurt School pada awal berdiri pada 1920–1930-an. Pada dekade 1930-an Institut Penelitian Sosial di Frankfurt, yang kemudiam berubah nama menjadi Frankfurt School, dicap sebagai kelompok pembangkang dan membernya masuk daftar sebagai orang yang diburu oleh faksi politik Hitler, sqlah satu pembangkang itu adalah Adorno.

Adorno dicap memiliki keturunan Jewis (darah Yahudi) dari garis ayah. Karena ìtu ia dikelompokkan non-Arya. Ia mencari suaka di Universitas Oxford sebagai kandidat Ph.D. Ia tak pernah menyelesaikan program Ph.D.-nya dan kemudian dipindahkan ke Institut Penelitian Sosial Frankfurt, yang telah berpindah ke New York pada 1934. Adorno tidak menyukai hari-harinya di Amerika Serikat yang dikabarlan seolah merasa diasingkan dari rumahnya sendiri. Sebuah perasaan yang dapat dimengerti ketika masyarakat dimana tempat ia tumbuh kembang sebelumnya berbalik menindasnya dan memburunya dengan kejam. Tidak semua rekan Adorno berhasil melarikan diri ke Amerika Serikat. Terkhusus, Walter Benjamin yang tewas dalam upaya pelarian dari Jerman. Sesuatu yang membuat shock Adorno karena ia sangat dekat dengan Benjamin dan penopamg biaya Benjamin selama 5 tahun terakhir hidup Benjamin demi mampu melanjutkan dan bertahan hidup.

Adorno adalah pembimbing dan mentor bagi banyak cendekia di Frankfurt School generasi kedua. Dia meluangkan waktu ekstra selama sisa hidupnya untuk memastikan bahwa mereka memiliki cukup uang untuk hidup dan membantu mereka menguraikan pekerjaan mereka dengan cara mengecek dan mengkritisinya secara kontinu. Rasa peduli dan dedikasinya terhadap Teori Kritis, karena dampaknya terhadap dirinya dan teman-teman terdekatnya, bertahan hingga ia meninggal pada 1969. Syukurnya, ia dapat pulang kembali ke Jerman tak lama setelah perang usai. Membawa kembali Mazhab Frankfurt ke Jerman merupakan kemenangan besar bagi para filsuf ini yang akhirnya menemukan kebahagiaan yang tidak dapat mereka raih di tempat pengasingan.

Karya-karya Theodor Adorno memberi pembeda Frankfurt School dari kaum Marxis tradisional pada masanya. Cara mereka mepersepsikan fenomena sosial dan darinya premis ditarik adalah perbedaan utama di antara keduanya. Kita dapat melihat sebagian besar kasus ini dalam karya-karya Adorno yang sangat melimpah, mulai dari filsafat musik hingga filsafat moral.


6/ Max Horkheimer: Directur dari The Frankfurt School


Max Horkheimer sedikit lebih tua dari Adorno, tetapi bergabung dengan Institut Penelitian Sosial (yang kemudian berubah menjadi Frankfurt School) pada akhir 1920-an. Pada 1930 Horkheimer diangkat menjadi Direktur Frankfurt School. Ia menduduki posisimya ini ketika Hitler mengambil alih tampuk kekuasaan pada 1933 menjadi Kanselir Jerman dan ia mencap institut tersebut sebagai pembangkang politik.

Horkheimer besar di tengah keluarga penganut Yudaisme ortodoks dan merupakan pemilik bisnis terkemuka. Ini menimbulkan masalah baginya selama kebangkitan fasisme, ketika NAZI mulai mendata dan menculik keluarga-keluarga keturunan Jewis. Horkheimer dan member terkemuka lain Mazhab Frankfurt telah merancang rencana untuk meninggalkan Jerman jika hal terburuk terjadi. Horkheimer bertemu dengan Presiden Columbia di New York untuk mengusulkan relokasi institutnya di AS. Horkheimer yakin dia harus pergi ke banyak sekolah untuk menemukan tempat yang bersedia menampung sekolah Teori Kritis yang diasingkan dan diburu di kampung halamannya sendiri, Jerman. Untungnya, Rektor Universitas Columbia langsung menyetujui. Bahkan memberi mereka sebuah gedung untuk digunakan sebagai penelitian. Frankfurt School mempunyai rumah kembali berkat upaya Horkheimer. Horkheimer juga menghabiskan waktu di California bersama Adorno di mana mereka berdua berkolaborasi dalam sebuah buku berjudul Dialectic of Enlightenment yang kemudian menjadi salah satu karya yang paling terkenal.

Horkheimer juga menjadi anggota dewan Komite Jewis Amerika di mana dia membantu melakukan penelitian inovatif mengenai prasangka dalam masyarakat. Studi-studinya ini diterbitkan pada 1950 dan dianggap sebagai karya penting dalam sosiologi hingga kini.


Pengaruh Tak Lekang Waktu dari Mazhab Frankfurt

Beberapa ahli teori dan filsuf mazhab ink masih aktif di dunia akademik hingga kini dan legasi mereka diwarisi oleh generasi berikutnya. Selama beberapa dekade ke depan, kita dapat menantikan generasi ketiga dari Frankfurt School. Bagaimana media dan ideologi yang melibatkan informasi massa dan pembangunan manusia akan berdampak pada Teori Kritis ke depan? Alam lebih banyak mekanisme yang mempengaruhi masyarakat hari ini dibanding sebelumnya. Oleh karena itu tinjauan yang lebih komprehensif mengenai apa yang terjadi dan bagaimana dampaknya terhadap kita tentu adalah perlu. Satu hal yang pasti, masa-masa yang menarik akan segera menjelang.


Postingan populer dari blog ini

Review Buku Harmoni Dengan Segala Kehidupan Karya Eckhart Tolle

Buku ini diperhatikan bab-babnya berisi beberapa topik yang di awal-awal menyampaikan perihal kesaatkinian dan korelasinya adalah pelampuan gagasan yang mana meliputi gagasan waktu dan gagasan keterpisahan perihal ilusi eksistensi atau aku terpisah mutlak dari keberadaan lainnya ( atta ), kemudian topik diakhiri perihal "harmoni dengan segala kehidupan", yang dalam bahasa sederhana saya adalah: yang biasa dikira aku sejatinya adalah elemen tiada terpisah dari alam semesta. Anda adalah alam semesta itu sendiri.  Secara sistematis, bab-bab secara serial mengarahkan pembaca kepada kesadaran—apa yang diistilahkan Tolle sebagai—"ruang internal". Sebab di sanalah sumber keberhidupan dan arah tepat pencarian kebahagiaan, ketenangan batiniah. Itu muncul ketika konsepsi aku padam—tidak membersit pada pikiran Anda. Dengan kata lain, Anda menjalani, melakukan, menghadapi yang saat-kini Anda di situ dengan mode pikiran intuitif. Gaya Kebahasaan Gaya pengungkapan keb...

Orang Ewe dan Agama Kepercayaan Tradisionalnya

Orang Ewe bisa dijumpai di  Ghana, Togo, dan Benin. Semuanya adalah negara-negara di bagian barat benua Afrika. Populasi terbesar mendiami Ghana. Tradisi dan kepercayaanya banyak dipengaruhi kebudayaan orang Akan dan Yoruba. Bahasa ibu orang Ewe termasuk rumpun Gbe. Orang Ewe terbagi menjadi klan-klan, tetapi menurut cerita lisan dikatakan berakar pada garis leluhur yang sama. Sistem kepemilikan properti adalah komunal, tidak menganut kepemilikan properti secara individu. Asesedwa , kesenian kayu menyerupai bangku, sangat esensial dalam tradisi Ewe. Karenanya, hal itu dibuat dan diukir sangat hati-hati. Dalam ukiran benda tersebut kaya narasi mengenai klan bersangkutan. Dalam ritual, Asesedwa merupakan media yang berfungsi sebagai tempat memanggi roh leluhur. Asesedwa. Menurut cerita turun temurun, asal-usul mereka berasal dari Kotu/Ketu atau Amedzowe, terletak di sebelah timur Sungai Niger. Kira-kira pada 1500, leluhur mereka bermigrasi ke Notsie, Togo. Pada mulamya, migrasi merek...

Dua Kelahiran (Sebuah Esai Kontemplatif)

Kita kerap disuguhkan bahwa lahir, menua, kemerosotan fisik atau sakit/penyakitan, dan kemudian kematian adalah Penderitaan ( dukkha ). Bahasa sehari-harinya, kita sering kali tidak rela ketiga peristiwa akibat dari dilahirkan tadi menimpa kita dan orang-orang terdekat. Keempat fenomena alam tadi masuk klasifikasi penderitaan disebakan jasmani.  Ada klasifikasi penderitaan lainnya: bersama yang tak disenangi/dicintai, berpisah ataupun kehilangan yang disenangi/dicintai, dan terakhirnya adalah tidak memeroleh apa yang dihasratingini/dinafsui. Saya istilahkan penderitaan disebabkan oleh kemampuan mengada yang darinya muncul kemampuan mengingini (mengidealkan dunia kita alami). Mohon diingat. Ini adalah tulisan bersifat kontemplatif dan ini rasa-rasanya tak ada dalam pengajaran naratif Buddhisme arus utama. Sekedar hasil perenungan dan proses memperjelas istilah yang bagi penulis cukup membingungkan mulanya   Mengapa Kita kerap Alami Suasana Batin Tak Nyaman Kita secara emos...

Apa Itu 4 Kebenaran Hakiki dalam Buddhisme?

Awal-awal ceramah Guru Gautama setelah pencerahannya berkisar di seputar Empat Kebenaran Hakiki, yang merupakan dasar dari Buddhisme. Salah satu cara untuk memahaminya adalah dengan memandang Kebenaran-Kebenaran tersebut sebagai hipotesis dan Buddhisme sebagai proses pemverifikasiannya untuk menjadi tesis, atau merealisasi hakikat akan Kebenaran-Kebenaran itu. Empat Kebenaran Hakiki Umumnya, arti Kebenaran ini ditangkap secara serampangan. Kebenaran tersebut memberi tahu kita bahwa hidup adalah penderitaan. Penderitaan disebabkan oleh loba (ketamakan), dosa (kualitas-kualitas psikiis mengganggu semisal amarah dan ras frustasi), dan moha (pandangan deluaif). Penderitaan berakhir ketika kita terbebas dari 3 kotoram batim tadi. Caranya dengan mempraktikkan apa yang disebut 4 Kebenaran Beruas Delapan. Secara urutan formalnya, Kebenaran tersebut bunyinya berikut: Benar ada penderitaan atau rasa ridak puas ( dukkha ) Benar ada sumber munculnya penderitaan atau tasa tidak puas ( samudaya...

𝙀𝙡𝙞𝙣𝙜 𝙡𝙖𝙣 𝙒𝙖𝙨𝙥𝙖𝙙𝙝𝙖, 𝗔𝗽𝗮 𝙨𝙞𝙝 𝗠𝗮𝗸𝘀𝘂𝗱𝗻𝘆𝗮?

Leluhur mewariskan kita ajian tentang bagaimana menjalani hidup yang damai dalam diri, dituangkan dalam 𝘴𝘢𝘯é𝘱𝘢. Dengan itu kita diminta membuka kitab kita sendiri. Kitab itu adalah batin kita masing-masing untuk 𝘥𝘪𝘴𝘪𝘯𝘢𝘰𝘯𝘪 dan 𝘥𝘪𝘱𝘦𝘵𝘢𝘯𝘪. Orang Sunda dan orang Kenekes (Badui di Lebak, Banten) menyebut "ngaji diri". 𝘌𝘭𝘪𝘯𝘨 𝘭𝘢𝘯 𝘸𝘢𝘴𝘱𝘢𝘥𝘩𝘢 (baca: 𝘸𝘢𝘴𝘱𝘰𝘥𝘩𝘰) adalah ajaran bagaimana mergondisikan batin tiada gangguan agar kembali tenang, tiadanya semacam lubang dalam ruhani atau psikis atau batin, batin puas dengan yang ada, batin bening dan suci sebagaimana sifat asalinya, atau psikis bagaimana mengalami rasa syukur yang sebenar-benarnya syukur (bukan syukur 𝘬𝘦𝘮𝘣𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘢𝘮𝘣é) apapun sedang dijumpai. 𝙒𝙖𝙨𝙥𝙖𝙙𝙝𝙖 "Waspadha" (baca: waspodho) atau 𝘯𝘺𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢'𝘯é adalah hadirnya pikiran pada saat-kini, pada momen yang berlangsung. Kita sering makan tetapi kita tak sepenuhnya benar-benar makan, tidak a𝘸𝘢𝘳𝘦 denga...

Apa Maksud Ungkapan Ikonik "Gott Ist Tot" Nietzsche?

Friedrich Wilhelm Nietzsche lahir dari seorang ayah pendeta Kristen pada 1844. Seperti ayahnya yang meninggal usia sangat muda yaitu 36 tahun, ia meninggal pada usia 56 tahun, setelah menghabiskan sepuluh tahun terakhir hidupnya dalam kegilaan yang disebabkan oleh gangguan mental, pada tahun 1900. Ia menulis beberapa buku mencekam dan menelanjangi cara pandang manusia. Di antara paling elegan ada Thus Spoke Zarathustra (Sabda Zarathustra),   Kelahiran Tragedi , Beyond Good and Evil (Melampaui Kebaikan dan Kejahatan) , Silsilah Moral , dan beberapa lainnya adalah yang populer dan dibaca kalangan luas. Terkenal bukan sekedar karya filosofisnya yang luar biasa, tetapi juga pengaruhnya terhadap ratusan pemikir filsafat, psikologi, dan sastra di era setelahnya. Sesuatu yang tak bersambut dan dihargai semasa hidupnya karena ide-ide dan gaya kefilsafatannya di luar arus ortodoksi, hal yang sangat mengganggunya. Namun, setelah itu, seperti ungkapan terkenalnya, "Beberapa lah...

Apa Maksud Samsara dalam Buddhisme?

Dalam Buddhisme, samsara sering diartikan sebagai roda siklus tumimbal lahir tiada berujung. Atau, anda mungkin menangkapnya sebagai dunia penderitaan dan ketidakpuasan ( dukkha ), lawan dari nibbana  yang mana istilah kedua ini merujuk pada suatu kondisi terbebas dari penderitaan dan siklus tumimbal lahir—atau orang umum mengenal dan menyamakannya dengan reinkarnasi. Secara literal, istilah samsara yang berasal dari Sansekerta, berarti "mengalir" atau "melewati", yang dilustrasikan dengan Roda Kehidupan dan digambarkan dengan Dua Belas Asal Muasal Saling Bertaut Kemengadaan. Pada umumnya dipahami sebagai kondisi terbelenggu oleh keserakahan, kebencian, dan ketidaktahuan, atau terjebak ilusi yang mengaburkan realitas sejati ( Sunyata ). Dalam falsafah Buddhis tradisional, kita terjebak dalam samsara dari satu kehidupan ke lain kehidupan hingga kita menemukan kebangkitan melalui ketercerahan. Namun, pengartian samsara paling baik, dan mungkin pengartiannya dapat dit...

Dua Kebenaran dalam Mahayana Buddhis

Apa itu kenyataan? Kamus memberi tahu kita bahwa kenyataan adalah "kondisi sebagaimana adanya". Dalam Buddhisme Mahayana, kenyataan dijelaskan dalam doktrin Dua Kebenaran. Doktrin ini memberi tahu kita bahwa kenyataan dapat dimengerti baik sebagai kenyataan ultim sekaligus kenyataan konvensional (atau absolut dan relatif). Kebenaran konvensional adalah seperti kita sehari-hari melihat dunia, tempat yang penuh dengan hal-hal dan fenomena-fenomena khas yang beragam. Kenyataan ultim-nya adalah tidak ada hal-hal atau fenomena khas. Mengatakan tidak ada perbedaan hal-hal atau fenomena yang khas bukan berarti tidak ada yang eksis sama sekali, yang jelas tidak ada perbedaan. Yang mutlak absolut adalah  dhammakaya , kemenyeluruhan segala sesuatu dan eksistensi, tiadalah pula tampak. Mendiang Chogyam Trungpa menyebut dhammakaya sebagai "dasar dari ketidaklahiran yang asli." Bingung? Anda banyak temannya  kok . Ini bukan ajaran yang mudah untuk "ditangkap", tetapi s...

Mengapa Banyak Orang Amerika Menganggap Buddhisme Sekedar Filsafat?

Di Asia timur, Buddhis merayakan mangkatnya Buddha dan datangnya pencerahan di akhir bulan Februari. Akan tetapi di kuil  Zen  lokal saya di North Carolina, pencerahan Buddha diperingati selama musim liburan bulan Desember, diisi dengan ceramah singkat bagi anak-anak, penyalaan lilin, dan makan malam ala kadarnya di akhir acara. Selamat datang di Buddhisme, gaya Amerika. Pengaruh Awal Pengaruh Buddhisme dalam kesadaran budaya masyarakat Amerika muncul di akhir-akhir abad ke-19. Zaman ketika gagasan romantis tentang mistisisme Timur nan eksotis memantik imajinasi filsuf dan penyair Amerika, penikmat seni, dan angkatan awal para penstudi religi-religi global. Penyair dengan kecenderungan gaya transendentalis seperti Henry David Thoreau dan Ralph Waldo Emerson mempelajari filsafat Hindu dan Buddha secara mendalam. Juga ada Henry Steel Olcott, yang rela pergi ke Sri Lanka pada 1880, yang melakukan konversi ke Buddhisme dan mendirikan aliran filosofi mistik yang terkena...

Berkenalan Tema-tema Dasar Buddhisme dari Buku Peter D. Santina

Anda akan dapat menemui banyak ragam dikenali dari Buddhisme di tataran kasarnya. Namun ragam rupa tampakan tradisi dan pengajaran Buddhisme, yang seolah berbeda, disamakan oleh tema-tema utama: Empat Kebenaran Ariya dan Delapan Ruasnya, Tiga Ciri Universal Keberadaan, Karma, dan tumimbal lahir (saya pahami sebagai kemampuan mengada (bereksistensi), bukan sekadar ada, yang dalam konteks filsafat Buddhis adalah produk ilusi mental). Jika Anda ingin mengenal apa kiranya yang bermanfaat untuk kesehatan mental kita di dunia yang cepat nan sesak ramai objek-objek merangsang hasrat keinginan kita tanpa sudah, maka buku Dr. Peter D. Santina ini layak. Menyuguhkan dasar-dasar bagi siapa saja yang baru awal-awal mengenal Buddhisme. Santina mengupas dalam pendekatan sekuler. Tak salah kalau bab pertama buku ini diberi tajuk "Agama Buddha: Sebuah Sudut Pandang Modern". Walau di beberapa titik tampak sekilas Santina menyinggung nilai-nilai Buddhisme yang kebanyakannya memenuhi alam pikir...