Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Fenomena

Mengapa Ajaran Dharma Sang Buddha itu Sulit?

Menurut pengalamanku, mengapa ajaran Sang Buddha itu sulit? Jawabnya, kebenaran kehidupan itu di seberang hasrat atau nafsu atau keinginan kita. Misalnya, kita pengen wuenak terus, Buddhisme mengatakan kenyataan urip ono ora enaké, malah akeh orané. Bahkan hidup kita diakhiri sakit. Kita ingin mudaaa terus, ajaran ini bilang kamu akan tua, sakit atau penyakitan, dan renta.  Kita ingin sehatttt terus, kalau perlu tidak mati, hidup kekal. Ajaran menyadarkanmu bahwa kamu pasti akan sakit serta penyakitan, dan mati. Dan menurutku, ide kekelan roh bermula dari ketidakmampuan menerima kenyataan bahwa hal-hal temporer, anicca . Ketika kita mengembangkan mental optimis bahwa semua hal tampaknya mudah. Ajaran ini mengatakan padamu ada banyak hasrat keinginan dan nafsu keduniawian yang kamu hasrati tak teraih. Kalaupun teraih, tak sepenuhnya akan membuatmu sepenuhnya senang. Setiap hal yang kamu nafsui pasti ada sisi tidak enaknya. Ketika kamu menginginkan dunia ini menyenangkan dan membaha...

Tindakan Religius: Ekspresi Budaya, Coping Mechanism, dan Korupsi

Ini buku membuka wawasan lebih jauh mengenai neurosains dan, alih-alih spiritualisme, fenomena tuhan antromorfis. Berjudul 𝘛𝘶𝘩𝘢𝘯 𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝘖𝘵𝘢𝘬 𝘔𝘢𝘯𝘶𝘴𝘪𝘢. Beliau memakai kata "𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺" pada judul buku. Membincangkan hubungan spiritualitas dengan kesehatan dan kedokteran. Namun rasa-rasanya ada yang belum jernih dikupas beliau mengenai istilah spiritualitas dengan religiusitas. Penjernihan Istilah Religiusitas terekpresikan dalam bentuk tindakan religius. Tidak semua tindakan religius ada hubungannya dengan spiritual dan apalagi spiritualisme, yaitu bertalian pertumbuhan batin seseorang menjadi longgar tiada beban dan berangkat dari itu ia berkembang menjadi baik, entah kepada diri sendiri dan efek lanjutannya atau fudhlah -nya kepada sesamanya dan mahluk lain.  Religiusitas yang terekspresikan dalam tindakan religius sebagian besarnya adalah sekedar ekspresi budaya. Sekedar tradisi. Kebingungan arti persis religius dan spiritual adalah jawaban mengapa, seper...

Dogen Zenji

Dogen Zenji (1200-1253) adalah Master Zen dari Jepang, filsuf, seorang penulis puisi, dan pendiri tradisi Soto Zen di Jepang. Ia secara luas dianggap sebagai salah satu guru Zen terhebat dalam sejarah dan dihormati karena ajarannya yang mendalam tentang kesejatian realitas ( kasunyatan ) dan praktik meditasi. Biografi ini akan mengeksplorasi kehidupan dan ajaran Dogen, termasuk masa-masa awal kehidupannya, ketergugahan spiritual, perjalanan ke Tiongkok, karya-karya, dan ajarannya.  Masa-masa Usia Awal Dogen Dogen Zenji. Dilahirkan di tengah keluarga bangsawan tinggal Kyoto membuat Dogen kecil mendapat kualitas pengasuhan terbaik yang membentuk dirinya di kemudian waktu. Ayahnya adalah seorang pejabat teras pemerintah. Dogen dibesarkan dari lingkungan keluarga beruntung dengan akses terhadap pendidikan berkualitas dan peluang budaya. Di usia muda, Dogen dikirim belajar ke suatu kuil di daerahnya, tempat pertama kali ia mengenal Zen Buddhisme. Ia meminati apa yang diajarkan dan mulai...

Mengenal Yahudi Hasidik & Ultra-Ortodoks

Secara umum, pengikut Yahudi Ortodoks adalah kelompok penganut keagamaan yang dalam menjalankan ajaran dan hukum Taurat/Torah dengan cara lebih ketat dan kaku dibanding dengan kelompok Yahudi Reformis yang lebih modern dan liberal. Walau begitu, patut diingat, ada derajat berbeda terkait level kekonservatifan dalam kelompok yang dikenal sebagai "Yahudi Ortodoks" ini. Para pengikut Yahudi Hasidik. Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, beberapa orang Yahudi Ortodoks berupaya melakukan modernisasi dengan menerima keberadaan teknologi modern. Adapun orang Yahudi Ortodoks yang terus kekeuh berpegang teguh pada tradisi yang telah mapan, mereka dikenal sebagai Yahudi Haredi, terkadang disebut "Ultra-Ortodoks" dalam tempo lain, tetapi sebagian besar orang Yahudi menolak secara halus label tersebut. Mereka menganggap diri mereka sebagai orang Yahudi yang memang "ortodoks" dibanding Ortodoks Modern dan meyakini bahwa mereka telah menyimpang dari prinsip-prinsip...

Childfree dan Motif

Lagi-lagi, Gitsav baru-baru ini viral lagi. Katanya, tak punya anak membuat awet muda. Pernyataannya bisa benar dan bisa salah.  Bagi mereka yang berkeluarga dan beranak, sejauh saya amati di lingkaran perkawanan, yang ekonomi pas-pasan kebanyakan gurat wajahnya terlihat lebih cepat menua. Tekanan kebutuhan hidup, tak bisa dibohongi, berkorelasi terhadap tekanan psikologis. Malah, sebagian bubar jalan. Ada seorang kawan yang, selain memang wajahnya agak baby face, kebetulan orangtuanya mampu dan dia pun terlihat tidak lebih cepat menua dibanding kawan-kawan yang lain, juga lebih bisa menikmati hidup. Sebab, tebakanku, semua kebutuhan dasar dan lapangan usaha setelah ikrar kawin sudah tersedia, artinya ia tidak mengalami tekanan keterbatasan akses ke sumber daya sekuat seperti lainnya. Dengan penjelasan itu, kita bisa sedikit menerima pendapat Gitsav, perempuan asli Semarang. Bagi sebagian pihak mungkin topik ini sensitif. Jika tidak siap secara emosional dan berpikir terbuka, saran...

Asal-usul Yoruba & Agama Tradisionalnya

Yoruba adalah kelompok etnolinguistik terbesar di benua Afrika dan mayoritas di Nigeria, juga paling populer. Populasinya diperkirakan 25 hingga 40 juta. Mereka utamanya dapat ditemui di wilayah Nigeria barat daya.  Mereka menyebut tanah yang didiaminya sebagai Ile Yooba. Berbatasan dan berbagi gagasan kebudayaan dengan kelompok etnis di Nigeria lainnya. Misalnya Nupe, Ibariba, Igbirra, dan Igala, yang mendiami sebelah timurnya. Di sebelah utaranya bertetangga dengan etnis Itsekiri, Esan, dan Edo yang mana ketiganya bermukim di sekitar Delta Niger. Di sebelah barat lautnya, Yoruba bertetangga dengan Egun, Fon, Mahi (masuk wilayah Benin), dan Ewe, serta orang-orang berbahasa Gbe lainnya di Togo dan Benin, dan Ga di Ghana. Sebelum datangnya bangsa kolonial Eropa, Yoruba berkonflik dengan etnis Fulani. Mereka merangsek ke wilayah Yoruba dan semakin mendesaknya ke selatan. Pada akhir 1800-an, Yoruba membuat perjanjian damai dengan Fulani. Karena permusuhan mereka dengan etnis Fulani ya...

Orang Efik dan Narasi Penciptaan Dunia

Komunitas etnik Efik adalah sekelompok orang yang kebanyakannya mendiami Nigeria selatan dan sebagian kecilnya lagi di Kamerun bagian barat. Sekarang ini, komunitas Efik Nigeria dapat dijumpai di negara bagian Cross River dan Akwa Ibom. Efik berbicara dalam bahasa Efik, yang merupakan anggota subfamili bahasa Benue–Kongo, masuk rumpun bahasa Niger-Kongo. Efik menyebut diri mereka sebagai Efik Eburutu, Ifa Ibom, Eburutu, dan Iboku. Sekilas tentang Efik Dalam beberapa literatur, orang Efik sebelum abad ke-19 dahulu disebut "orang Calabar". Ini terjadi karena keliru membedakan antara Efik dengan etnis Ijow. Efik kental dengan seni tari sebagaimana  etnis di Afrika umumnya . Catatan historis paling sering dirujuk mengatakan bahwa orang Efik adalah sekelompok orang berasal dari Ibom, Arochukwu, yang kemudian bermigrasi ke  Uruan. Kemudian, dari Uruan menyebar ke berbagai wilayah di sepanjang hilir sungai Cross. Sistem sosial orang Efik terdiri dari berbagai marga, awal mulanya dis...

Orang Dogon: Awal Penciptaan dan Agama-kepercayaannya

Asal-usul orang Dogon tidak diketahui secara persis, seperti kelompok kebudayaan kuno lainnya, ditelan kabut waktu. Dalam tradisi oral diceritakan versi berbeda-beda. Karena sumber yang tidak akurat dan tidak lengkap, ada sejumlah mitos asal-usul orang Dogon dan bagaimana ceritanya mereka sampai Bandiagara. Dogon kadang disebut Dogom. Ada teori lain yang menyatakan bahwa mereka adalah keturunan orang Mesir kuno. Setelah tinggal di wilayah Libya, mereka diyakini kemudian bermigrasi ke suatu wilayah di Burkina Faso, Guinea, atau Mauritania. Sekitar 1490 Masehi, mereka bermigrasi ke tebing Bandiagara di Mali tengah, karena menghindari penjajahan dan/atau kekeringan. Kuil Binu di wilayah perbukitan Bandiagara. Orang Dogon adalah etnis terisolasi yang kebanyakannya mendiami Distrik Bandiagara dan Douentza, Mali, negara yang terletak di Afrika barat. Studi paling awal tentang Dogon dilakukan oleh Louis Desplagnes pada 1903, seorang berpangkat letnan kolonial Prancis. Adapun saintis pertama y...

Orang Ewe dan Agama Kepercayaan Tradisionalnya

Orang Ewe bisa dijumpai di  Ghana, Togo, dan Benin. Semuanya adalah negara-negara di bagian barat benua Afrika. Populasi terbesar mendiami Ghana. Tradisi dan kepercayaanya banyak dipengaruhi kebudayaan orang Akan dan Yoruba. Bahasa ibu orang Ewe termasuk rumpun Gbe. Orang Ewe terbagi menjadi klan-klan, tetapi menurut cerita lisan dikatakan berakar pada garis leluhur yang sama. Sistem kepemilikan properti adalah komunal, tidak menganut kepemilikan properti secara individu. Asesedwa , kesenian kayu menyerupai bangku, sangat esensial dalam tradisi Ewe. Karenanya, hal itu dibuat dan diukir sangat hati-hati. Dalam ukiran benda tersebut kaya narasi mengenai klan bersangkutan. Dalam ritual, Asesedwa merupakan media yang berfungsi sebagai tempat memanggi roh leluhur. Asesedwa. Menurut cerita turun temurun, asal-usul mereka berasal dari Kotu/Ketu atau Amedzowe, terletak di sebelah timur Sungai Niger. Kira-kira pada 1500, leluhur mereka bermigrasi ke Notsie, Togo. Pada mulamya, migrasi merek...

Māori: Narasi Awal Penciptaan dan Maknanya bagi Kehidupan

Māori adalah termasuk ras Polinesia yang bermigrasi ke Ae asli asal Polinesia menggunakan waka (kano) antara tahun 1320 dan 1350 Masehi, yang tinggal di Selandia Baru. Suku ini berasal dari pendatang Polinesia timur yang tiba di Selandia Baru dalam beberapa gelombang migrasi. Komunitas mereka terisolasi beberapa abad, para pendatang ini mengembangkan bahasa, mitologi, teknik kriya, serta seni pertunjukan yang berbeda dengan budaya Polinesia timur lainnya dalam mengembangkan budayanya. Beberapa penduduk awal suku Māori pindah ke Kepulauan Chatam dan kemudian umumnya disebut suku Mariori, menjadi kelompok etnik berbeda di Selandia Baru. Sekelompok pria Maori mementaskan tarian tradisional. Leluhur orang Mãori telah mewariskan kisah awal penciptaan, "kōrero", dan memberi keturunannya bingkai cara pandang pada dunia yang ditinggali. Narasi awal penciptaan dunia dalam tradisi orang-orang Māori ada banyak versi. Walau begitu, plot dasarnya adalah menceritakan: Pada mulanya kehampaa...

Orang Akan dan Agamanya

Akan adalah sekelompok orang yang dicirikan oleh kesamaan kultur dan kebanyakannya mendiami Ghana, diperkirakan sekitar 6 juta orang Ghana adalah Akan, kelompok etnis terbesar di Ghana. Sebagian lainnya mendiami wilayah timur Pantai Gading. Era prakolonial, pola sosial orang Akan terbagi ke dalam sub grup, klan-klan, atau krlompok famili, disebut abusua dalam bahasa asli. Akan meliputi Akuapem, Akyem, Kwahu, Borong-Ahafo, Nzema, Asante, dan Fante. Dua yang terakhir adalah subgrup terbesar. Pada dasarnya sub-sub grup ini berbahasa sama, berbagi ide pola politik, ide keagamaan dan ketuhanannya, peninggalan-peninggalan peradaban dan kultur, yang mencirikan identitas mereka di masa pra kolonial. Orang Akan (African 101 Last Tribes). Secara linguistik, istilah Akan mengacu pada bahasa yang termasuk rumpun bahasa Niger-Kordofanian yang dituturkan di Ghana, di wilayah selatan Sungai Volta, dan Pantai Gading. Sekedar dialeknya saja yang membedakan. Akan adalah bahasa paling banyak kedua penut...