Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Meditasi

𝙀𝙡𝙞𝙣𝙜 𝙡𝙖𝙣 𝙒𝙖𝙨𝙥𝙖𝙙𝙝𝙖, 𝗔𝗽𝗮 𝙨𝙞𝙝 𝗠𝗮𝗸𝘀𝘂𝗱𝗻𝘆𝗮?

Leluhur mewariskan kita ajian tentang bagaimana menjalani hidup yang damai dalam diri, dituangkan dalam 𝘴𝘢𝘯é𝘱𝘢. Dengan itu kita diminta membuka kitab kita sendiri. Kitab itu adalah batin kita masing-masing untuk 𝘥𝘪𝘴𝘪𝘯𝘢𝘰𝘯𝘪 dan 𝘥𝘪𝘱𝘦𝘵𝘢𝘯𝘪. Orang Sunda dan orang Kenekes (Badui di Lebak, Banten) menyebut "ngaji diri". 𝘌𝘭𝘪𝘯𝘨 𝘭𝘢𝘯 𝘸𝘢𝘴𝘱𝘢𝘥𝘩𝘢 (baca: 𝘸𝘢𝘴𝘱𝘰𝘥𝘩𝘰) adalah ajaran bagaimana mergondisikan batin tiada gangguan agar kembali tenang, tiadanya semacam lubang dalam ruhani atau psikis atau batin, batin puas dengan yang ada, batin bening dan suci sebagaimana sifat asalinya, atau psikis bagaimana mengalami rasa syukur yang sebenar-benarnya syukur (bukan syukur 𝘬𝘦𝘮𝘣𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘢𝘮𝘣é) apapun sedang dijumpai. 𝙒𝙖𝙨𝙥𝙖𝙙𝙝𝙖 "Waspadha" (baca: waspodho) atau 𝘯𝘺𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢'𝘯é adalah hadirnya pikiran pada saat-kini, pada momen yang berlangsung. Kita sering makan tetapi kita tak sepenuhnya benar-benar makan, tidak a𝘸𝘢𝘳𝘦 denga...

Sinopsis Buku Vipassana Bhavana Meditasi Mengenal Diri

Syalalalal! Eng-ing-eng! Ngabisin waktu bermalas-malas ria dan menyendiri dengan membaca buku tipis tujuhpuluh lima halaman ini. Berjudul Vipassana Bhavana–Meditasi Mengenal Diri (2009), diterbitkan oleh penerbit Suwung. Isinya adalah transkrip dari kata sambutan dan pengenalan sekilas oleh mendiang Romo Hud dan Banthe Paññavro Mahathera, Vihara Mendut, Jogja, dalam suatu program retret. Sambutan pengantar Romo Hud menjelaskan ke para peserta retret tentang apa itu kebahagiaan. Sesuatu yang jika anda sadari benar, semua yang anda pikirkan dan lakukan bertujuan meraih itu. Bahkan, menurut perenungan saya, anda beragama—terlepas apa agama anda dan apa yang anda percayai—dan beritual ria sebenarnya motif di baliknya juga mengingini itu. Sayangnya, banyak dari kita luput dari kebahagiaan yang kita kejar-kejar. Kita mengira dengan meraih apa pun yang kita ingini, membuat kebahagiaan dalam diri. Nyatanya tidak. Kalau keinginan bertambah, maka masalah pun bertambah. Kalau masalah bertambah, p...

Tips Bijaksana Berbahagia dalam Hidup dari Mingyur Rinpoche

Sebagai Tibetan monk , Yongey Mingyur Rinpoche telah berkeliling dunia untuk mengajar dan mendengar keluh kesah orang-orang yang mencari-cari kebahagiaan. Persisnya ketenteraman atau ketenangan mental, atau—istilah lebih kuno—batin atau ruhaniah. Buku  Kebijaksanaan Yang Membahagiakan ini diterbitkan Karaniya, dengan jumlah halaman xi + 361 hlm., dan berdimensi 14,5 cm x 21 cm. Mungkin anda terbersit "Wah, ini buku tentang agama Buddha!"  Santuy . Buku ini tidak ngomongin kepercayaan yang menjadi pernak-pernik pikiran. Buku mengajak mengenali segala atribusi mental kita, mengenalinya, memberi perhatian padanya, dan bagaimana cara menghadapi langsung kondisi-kondisi aliran pikiran dan perasaan dengan lembut dan sadar penuh perhatian. Seperti halnya yang dialami Mingyur Rinpoche di masa mudanya yang sering cemas dan gelisah, gugup, tak percaya diri, mudah merasa khawatir, jengkel, dan munculnya perasaan-perasaan tak menyenangkan lainnya, tuturnya, ia ternyata juga mend...

Bagaimana Caranya Tahu Jika Zen Cocok Untukmu?

Meditasi adalah praktik melatih mental dengan gol untuk meningkatkan self-awareness . Meditasi Zen sama dengan meditasi mindfulness .  Namun begitu, sedikit membedakannya adalah  mindfulness agar terampil fokus pada objek tertentu, sementara Zazen lebih melatih dan mengembangkan rasa sadar kita secara umum. Model meditasi dalam tradisi Zen ini adalah proses berlatih untuk menyadari semua yang tubuh alami dan rasakan dan setiap referensi diri yang sedang berlangsung,  serta mengembangkan wawasan akan sifat tubuh dan pikiran.   Tidak seperti banyak bentuk meditasi populer yang berfokus pada relaksasi dan menghilangkan stres, meditasi Zen menggali lebih dalam. Zen mengatasi masalah-masalah mendasar dan pertanyaan-pertanyaan umum akan kehidupan yang sering kali kelihatannya tidak ada jawabannya dan hal itu dilakukan dengan melatih intuisi ketimbang aktivitas studi pembelajaran dan berlogika. Ada ungkapan, Zen bukan untuk menyediakan jawaban, melainkan mencari...

Buddhisme dan Mengelola Kemarahan

Kemarahan atau rasa marah, rasa jengkel, naik pitam, dilanda emosi,  atau apapun sebutannya, kita semua pernah mengalami, termasuk para pempraktik laku ajaran Buddhisme sekalipun. Walaupun Buddhisme sebenarnya begitu menghargai dan menempatkan rasa welas asih baik ke diri dan ke semua sebagai mulia, para Buddhis tetaplah manusia, yang tak luput dari rasa marah dalam diri.  Selain kemarahan yang meliputi semua bentuk rasa benci dan varian sebutannya, hal lain yang merusak kualitas alamiah atau kesejatian pikiran—atau kadang disebut batin—di dalam ajaran Guru Gautama adalah loba dan kebodohan-diri.  Semuanya itu merupakan penyebab utama dari samsara. Lantas, apa sih yang Buddhisme ajarkan dan bisa kita semua praktikkan untuk mengelola amarah dan menetralisirnya? Akui Kamu sedang Marah dan Kenali Sumbernya S iapa di antara kita yang tidak pernah marah? Sering kali kita menjumpai orang-orang yang jelas-jelas sedang diselimuti rasa marah, atau amarah. Bahkan kita pun pernah m...

Apa Itu Ketersadaran-Sepenuhnya? Tak Ada yang Tahu Persis dan Ini Masalahnya

Anda besar kemungkinan pernah mendengar ketersadaran-sepenuhnya[1], yaitu transliterasi dari vipassana . Akhir-akhir ini, hal ini digandrungi di mana-mana. Banyak ide dan praktiknya diadopsi dari teks-teks Buddhis, yang sekarang telah menjadi bagian budaya arus utama Barat. Namun sebuah penelitian yang terbit baru-baru ini dalam jurnal Perspectives on Psychological Science menunjukkan ada  hippie  mendahului bukti. Beberapa penelitian tentang ketersadaran-sepenuhnya menunjukkan bahwa ini dapat membantu problem psikologis semisal kecemasan, depresi, dan stres. Akan tetapi, tidak jelas ketersadaran-sepenuhnya atau meditasi yang seperti apa yang kita butuhkan dan yang  bagaimana untuk masalah tertentu yang lebih spesifik. Di dalam penelitian-penelitian tadi yang melibatkan banyak peneliti, dokter, dan meditator tidak ada definisi jelas tentang ketersadaran-sepenuhnya. Hal ini memiliki akibat potensial serius. Ketika terdapat penanganan dan praktik yang jauh berbeda dianggap...

Apa Itu Zen Buddhisme?

Pengajaran khusus di luar buku sakral, tidak berdasar kata dan huruf. Caranya menunjuk langsung ke pikiran seseorang, ini memungkinkan seseorang menyadari jati diri alaminya dan karenanya mencapai Kebuddhaan –  Bodhidharma Sejarah Asal Mula Zen Buddhisme bermula di India, tempat di mana Sang Buddha menyampaikan ceramah dalam meletakkan dasar-dasar filsafat yang menjanjikan berakhirnya penderitaan/ketidakpuasan: jika kita memadamkan keinginan dan kemelekatan, kita tak akan lagi merasakan sakitnya penderitaan, gara-gara tidak tergapainya suatu hal. Benih ide ini menyebar ke penjuru India, juga Tiongkok yang kemudian bertemu dan melebur dengan Taoisme, yaitu filosofi laku hidup untuk menyerasikan dan menyelaraskan diri terhadap hakikat alami diri. Seseorang bisa mencapai kedamaian pikiran/mental jika menyadari kealamiahannya dan membiarkan apa saja dengan melepasnya. Dua cara pandang atas dunia ini bercampur dan melahirkan Chan Buddhisme, istilah Tiongkok yang literalnya berar...