Meditasi adalah praktik melatih mental dengan gol untuk meningkatkan self-awareness. Meditasi Zen sama dengan meditasi mindfulness. Namun begitu, sedikit membedakannya adalah mindfulness agar terampil fokus pada objek tertentu, sementara Zazen lebih melatih dan mengembangkan rasa sadar kita secara umum.
Model meditasi dalam tradisi Zen ini adalah proses berlatih untuk menyadari semua yang tubuh alami dan rasakan dan setiap referensi diri yang sedang berlangsung, serta mengembangkan wawasan akan sifat tubuh dan pikiran. Tidak seperti banyak bentuk meditasi populer yang berfokus pada relaksasi dan menghilangkan stres, meditasi Zen menggali lebih dalam. Zen mengatasi masalah-masalah mendasar dan pertanyaan-pertanyaan umum akan kehidupan yang sering kali kelihatannya tidak ada jawabannya dan hal itu dilakukan dengan melatih intuisi ketimbang aktivitas studi pembelajaran dan berlogika.
Ada ungkapan, Zen bukan untuk menyediakan jawaban, melainkan mencari dari mana sumber pertanyaan. Dan, tentu saja, menyadari dari mana pernyataan-pernyataan itu muncul.
Dalam Zen dikenal ada praktik meditasi duduk, disebut Zazen. Sebuah teknik meditasi yang berakar pada psikologi Buddhis. Tujuannya adalah untuk melatih dan mengelola kesadaran kita. Kadang disebut praktik "berpikir tentang tidak berpikir." Dalam meditasi, biasanya seseorang duduk dalam posisi teratai atau duduk dengan kaki disilang selama meditasi dan memusatkan perhatian pikiran ke dalam diri, ke pikiran itu sendiri. Beberapa praktisi lainnya mengatakan caranya dengan menghitung napas, umumnya dari satu hingga sepuluh. Lainnya mengatakan sebaliknya.
Apa yang Dilakukan Selama Zazen
Individu yang berlatih meditasi berusaha untuk memperluas lingkup sadarnya dalam berbagai hal: persepsi, timbul tenggelam emosi, silih berganti pikiran, dan kesadaran subjektif. Dalam praktik, Zen sering kali dilakukan dengan mata setengah terbuka atau mata dalam kondisi menyipit dan melihat ke bawah dalam derajat 45°, sementara kebanyakan cara meditasi lainnya menyarankan terkatupnya kelopak mata. Selama meditasi, para pempraktik membiarkan atau tidak terbawa larut oleh pikiran apa pun yang muncul dan pergi dalam pikiran mereka sendiri. Tidak menolak yang datang ke pikiran dan berlatih melepasnya.
Tujuannya, seiring waktu, agar mereka belajar sadar bagaimana menjaga pikirannya agar tidak mengembara ke sana dan kemari. Juga, alam bawah sadar atau intuisi kita terlatih dalam menghadapi, menyikapi, dan melakukan atau bertindak dalam setiap momen aktivitas kehidupan yang sedang dihadapi. Juga, untuk menjadi terampil menyadari akan munculnya praduga-praduga dalam pikiran kita. Dikatakan, kebahagiaan terletak pada intuisi dan bukan pada berpikir rasional dan analitik.
Manfaat
Penelitian telah terang menunjukkan bahwa meditasi memiliki berbagai manfaat kesehatan baik fisik, kognitif, sosial, spiritual, dan emosional. Juga, tentu saja, dapat penawar stres hebat. Itulah sebabnya banyak pihak melirik untuk mengenal dan berlatih meditasi Zen. Tampakya meditasi Zen menawarkan banyak benefit sama seperti halnya jenis meditasi lainnya. Namun begitu, banyak penelitian tentang meditasi tidak membedakan antara berbagai jenis meditasi yang berlainan itu. Terdapat beberapa penelitian yang menunjukkan jika berbagai jenis meditasi dapat berpengaruh ke otak dengan cara yang sedikit berbeda. Jadi, tidaklah menutup kemungkinan jika meditasi Zen itu bisa menawarkan beberapa benefit tambahan di luar jenis meditasi lainnya.
Dampaknya pada Otak
Bertahun-tahun saintis mempelajari bagaimana cara meditasi berengaruh ke pikiran dan tubuh. Ada beberapa orang memiliki minat dalam berlatih meditasi tertentu dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi otak. Giuseppe Pagnoni dkk., mengadakan riset pada 2008, mereka membandingkan pemindaian otak 12 orang yang berlatih Zen setiap hari selama tiga tahun dengan 12 pemula yang sebelumnya tidak pernah berlatih. Pemindaian mengungkapkan bahwa hal tersebut menyebabkan adanya aktivitas di wilayah otak yang dikenal sebagai "jaringan default." Bagian otak ini terkait dengan pikiran yang mengembara. Para sukarelawan yang secara teratur berlatih meditasi Zen juga lebih terampil menarik dan menghela nafas mendalam lebih cekatan ketimbang para pemula ketika mereka diinterupsi. Tim penelitian pada akhirnya berkesimpulan bahwa meditasi dapat meningkatkan kapasitas untuk tetap fokus, aware, dan terampil secara mental membatasi munculnya gangguan ke pikiran kita.
Akses ke Pikiran Bawah Sadar
Ada banyak rasa penasaran apakah meditasi Zen dapat memungkinkan praktisi untuk mengakses intuisi, yang kadang disebut pikiran bawah sadar, lebih baik. Alam bawah sadar sendiri oleh Fraud, seorang psikoanalis, didefinisikan sebagai reservoir perasaan, pikiran, dorongan hasrat, dan ingatan yang berada di luar kesadaran.
Banyak yang menduga bahwa pikiran sadar hanya dapat fokus pada satu hal dalam satu momen tertentu yang sedang dihadapi, seperti halya fokus pada buku yang sedang kamu baca atau aktivitas yang kamu kerjakan. Bagaimanapun para ahli menduga jika alam bawah sadar itu luas. Banyak peneliti percaya bahwa mengetahui cara mengakses proses bawah sadar dapat menumbuhkan kreativitas yang lebih besar dan membantu individu lebih sadar akan apa yang perlu mereka lakukan untuk mencapai tujuannya.
Riset pada 2012 yang Charles Spence dkk., dipublikasikan oleh jurnal Consciousness and Cognition (unduh gratis di sini), terindeks Elsevier, meneliti apakah meditasi Zen membantu pempraktik untuk lebih baik dalam mengakses pikiran bawah sadar. Semua partisipan adalah meditator Zen berpengalaman. Satu kelompok diminta untuk bermeditasi selama 20 menit. Lainnya diminta membaca majalah. Kemudian, semua peserta duduk di bilik dengan komputer. Mereka diinstruksikan untuk menghubungkan tiga kata yang ditampilkan di layar dimana kata keempat ada hubungan ketiga kata tadi. Mereka juga diminta untuk mengetik jawaban secepat mungkin. Mereka yang bermeditasi sebelum diadalan pengujian tadi mampu merampungkan tugas lebih cepat. Hal tersebut, disimpulkan tim peneliti, menunjukkan bahwa mereka memiliki akses yang lebih baik ke pikiran bawah sadar mereka.
Penelitian lainnya untuk proyek yang sama meminta satu kelompok untuk bermeditasi selama 20 menit, sementara kelompok lainnya disuruh bersantai. Kemudian semua sukarelawan ditanyai 20 pertanyaan, masing-masing dengan tiga atau empat jawaban yang benar. Sebagai msal, mereka diminta untuk menyebutkan satu dari empat musim. Bagaimanapun, lapor penelitian itu, sesaat sebelum melihat pertanyaan di layar komputer, jawaban potensial semisal "Musim Semi" telah muncul 16 milidetik lebih cepat. Rata-rata, kelompok yang bermeditasi sebelum tes pengujian mampu memberi kecocokan 6,8 jawaban yang muncul dari pikiran bawah sadar, submilinial words. Kelompok lainnya rata-rata hanya 4,9. Tim peneliti menyimpulkan bahwa kelompok yang bermeditasi tadi lebih mampu mengakses apa yang diperhatikan oleh otak daripada mereka yang tidak bermeditasi. Peneliti melaporkan bahwa kemungkinannya meditasi Zen dapat memberikan wawasan lebih baik terkait apa yang terjadi di latar belakang otak.
Jika meditasi Zen memungkinkanmu untuk lebih memahami apa yang sedang kamu rasakan secara batin mengapa kamu membuat keputusan tertentu dan bagaimana kamu menjaga diri secara mental dari hal-hal sekitarmu. Meditasi mungkin berdampak besar pada kehidupan mentalmu.
Rehabilitasi Penyalahgunaan Psikotropika
Meditasi Zen digunakan pula dalam program rehabilitasi penyalahgunaan psikotropika di Taiwan karena bisa memperlambat detak jantung dan pernapasan sekaligus meningkatkan fungsi sistem saraf otonom. Dalam artikel yang dipubliksasikan oleh Journal of Traditional and Complementary Medicine pada 2019 mendapati bahwa meditasi Zen memengaruhi adanya interaksi antara otak dan jantung. Menurut laporan tadi, praktisi Zen yang mengabdikan latihan mereka untuk mengungkapkan jantung spiritual di dalam organ jantung. Mereka menyatakan, “Melalui latihan meditasi Zen selama bertahun-tahun, fungsi otak para pempraktik sepenuhnya tereformasi, yang oleh tim peneliti diistilahkan, "otak terpisah yang didominasi oleh batin spiritual.”
Individu yang dalam masa pemulihan dari penyalahgunaan narkoba kemungkinannya mengalami masalah dengan sistem saraf otonomnya—sistem yang bertanggung jawab mengendalikan fungsi-fungsi tubuh yang dilakukan secara di luar sadar, seperti pernapasan, detak jantung, proses pencernaan atau kedipan mata. Para peneliti mendapati bahwa sesi meditasi Zen selama sepuluh menit telah menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam fungsi sistem saraf otonom pada pasien.
Meditasi Zen juga meningkatkan mood. Tentu mood pisitif dapat menjadi kunci membantu orang-orang kecanduan paikotropika menahan diri dari godaan untuk penggunaan kembali. Para peneliti juga menemukan bahwa meditasi Zen "meningkatkan fungsi hipotalamus dan lobus frontal," yang meningkatkan kontrol diri dan membantu individu mengatasi kecanduan. Enam belas dari 18 peserta dalam penelitian tersebut mengatakan mereka mengalami "pembersihan dan peremajaan tubuh dan pikiran" setelah sesi meditasi Zen selama sepuluh menit. Peserta juga melaporkan kesemutan di kulit kepala, panas di seluruh tubuh, dan merasa kesejukan psikis. Para peneliti yang menggunakan meditasi Zen sebagai pengobatan menyatakan dalam laporan penelitian bahwa meditasi berdampak pada bagian otak yang membantu individu sukses melalui proses detoksifikasi dan pemulihan.
Cara Mempelajarinya
Ada banyak cara untuk mempelajari lebih lanjut tentang meditasi Zen termasuk program audio, video online, program pembelajaran daring, dan buku-buku yang khusus membahas subjek ini. Kamu mungkin juga bisa mencari kelas meditasi Zen, sehingga bisa belajar dari seorang instruktur. Meski, sayangnya, meditasi ini dan retret ini tampak belum populer di Indonesia.
Apakah Meditasi Zen Tepat Buatmu?
Ketika berbicara tentang meditasi, penting untuk menemukan jenis meditasi mana yang paling cocok untukmu. Penelitian menunjukkan bahwa meditasi Zen tidak selalu difavoritkan. Bahkan, terkadang menjadi opsi buncit. Menikmati proses latihan adalah kunci untuk mempertahankannya dalam waktu yang lama. Jika kamu mencoba meditasi Zen dan tak cocok, jangan abaikan jenis meditasi lainnya.


.jpeg)
Komentar
Posting Komentar