Langsung ke konten utama

Bagaimana Caranya Tahu Jika Zen Cocok Untukmu?

Meditasi adalah praktik melatih mental dengan gol untuk meningkatkan self-awareness. Meditasi Zen sama dengan meditasi mindfulnessNamun begitu, sedikit membedakannya adalah mindfulness agar terampil fokus pada objek tertentu, sementara Zazen lebih melatih dan mengembangkan rasa sadar kita secara umum.

Model meditasi dalam tradisi Zen ini adalah proses berlatih untuk menyadari semua yang tubuh alami dan rasakan dan setiap referensi diri yang sedang berlangsung, serta mengembangkan wawasan akan sifat tubuh dan pikiran. Tidak seperti banyak bentuk meditasi populer yang berfokus pada relaksasi dan menghilangkan stres, meditasi Zen menggali lebih dalam. Zen mengatasi masalah-masalah mendasar dan pertanyaan-pertanyaan umum akan kehidupan yang sering kali kelihatannya tidak ada jawabannya dan hal itu dilakukan dengan melatih intuisi ketimbang aktivitas studi pembelajaran dan berlogika.

Ada ungkapan, Zen bukan untuk menyediakan jawaban, melainkan mencari dari mana sumber pertanyaan. Dan, tentu saja, menyadari dari mana pernyataan-pernyataan itu muncul.

Dalam Zen dikenal ada praktik meditasi duduk, disebut Zazen. Sebuah teknik meditasi yang berakar pada psikologi Buddhis. Tujuannya adalah untuk melatih dan mengelola kesadaran kita. Kadang disebut praktik "berpikir tentang tidak berpikir.
Dalam meditasi, biasanya seseorang duduk dalam posisi teratai atau duduk dengan kaki disilang selama meditasi dan memusatkan perhatian pikiran ke dalam diri, ke pikiran itu sendiri. Beberapa praktisi lainnya mengatakan caranya dengan menghitung napas, umumnya dari satu hingga sepuluh. Lainnya mengatakan sebaliknya.

Apa yang Dilakukan Selama Zazen

Individu yang berlatih meditasi berusaha untuk memperluas lingkup sadarnya dalam berbagai hal: persepsi, timbul tenggelam emosi, silih berganti pikiran, dan kesadaran subjektif. Dalam praktik, Zen sering kali dilakukan dengan mata setengah terbuka atau mata dalam kondisi menyipit dan melihat ke bawah dalam derajat 45°, sementara kebanyakan cara meditasi lainnya menyarankan terkatupnya kelopak mata. Selama meditasi, para pempraktik membiarkan atau tidak terbawa larut oleh pikiran apa pun yang muncul dan pergi dalam pikiran mereka sendiri. Tidak menolak yang datang ke pikiran dan berlatih melepasnya.

Tujuannya, seiring waktu, agar mereka belajar sadar bagaimana menjaga pikirannya agar tidak mengembara ke sana dan kemari. Juga, alam bawah sadar atau intuisi kita terlatih dalam menghadapi, menyikapi, dan melakukan atau bertindak dalam setiap momen aktivitas kehidupan yang sedang dihadapi. Juga, untuk menjadi terampil menyadari akan munculnya praduga-praduga dalam pikiran kita. Dikatakan, kebahagiaan terletak pada intuisi dan bukan pada berpikir rasional dan analitik.

Manfaat

Penelitian telah terang menunjukkan bahwa meditasi memiliki berbagai manfaat kesehatan baik fisik, kognitif, sosial, spiritual, dan emosional. Juga, tentu saja, dapat penawar stres hebat. Itulah sebabnya banyak pihak melirik untuk mengenal dan berlatih meditasi Zen. Tampakya meditasi Zen menawarkan banyak benefit sama seperti halnya jenis meditasi lainnya. Namun begitu, banyak penelitian tentang meditasi tidak membedakan antara berbagai jenis meditasi yang berlainan itu. Terdapat beberapa penelitian yang menunjukkan jika berbagai jenis meditasi dapat berpengaruh ke otak dengan cara yang sedikit berbeda. Jadi, tidaklah menutup kemungkinan jika meditasi Zen itu bisa menawarkan beberapa benefit tambahan di luar jenis meditasi lainnya.

Dampaknya pada Otak

Bertahun-tahun saintis mempelajari bagaimana cara meditasi berengaruh ke pikiran dan tubuh. Ada beberapa orang memiliki minat dalam berlatih meditasi tertentu dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi otak. Giuseppe Pagnoni dkk., mengadakan riset pada 2008, mereka membandingkan pemindaian otak 12 orang yang berlatih Zen setiap hari selama tiga tahun dengan 12 pemula yang sebelumnya tidak pernah berlatih. Pemindaian mengungkapkan bahwa hal tersebut menyebabkan adanya aktivitas di wilayah otak yang dikenal sebagai "jaringan default." Bagian otak ini terkait dengan pikiran yang mengembara. Para sukarelawan yang secara teratur berlatih meditasi Zen juga lebih terampil menarik dan menghela nafas mendalam lebih cekatan ketimbang para pemula ketika mereka diinterupsi. Tim penelitian pada akhirnya berkesimpulan bahwa meditasi dapat meningkatkan kapasitas untuk tetap fokus, aware, dan terampil secara mental membatasi munculnya gangguan ke pikiran kita.

Akses ke Pikiran Bawah Sadar

Ada banyak rasa penasaran apakah meditasi Zen dapat memungkinkan praktisi untuk mengakses intuisi, yang kadang disebut pikiran bawah sadar, lebih baik. Alam bawah sadar sendiri oleh Fraud, seorang psikoanalis, didefinisikan sebagai reservoir perasaan, pikiran, dorongan hasrat, dan ingatan yang berada di luar kesadaran.

Banyak yang menduga bahwa pikiran sadar hanya dapat fokus pada satu hal dalam satu momen tertentu yang sedang dihadapi, seperti halya fokus pada buku yang sedang kamu baca atau aktivitas yang kamu kerjakan. Bagaimanapun para ahli menduga jika alam bawah sadar itu luas. Banyak peneliti percaya bahwa mengetahui cara mengakses proses bawah sadar dapat menumbuhkan kreativitas yang lebih besar dan membantu individu lebih sadar akan apa yang perlu mereka lakukan untuk mencapai tujuannya.

Riset pada 2012 yang Charles Spence dkk., dipublikasikan oleh jurnal Consciousness and Cognition (unduh gratis di sini), terindeks Elsevier, meneliti apakah meditasi Zen membantu pempraktik untuk lebih baik dalam mengakses pikiran bawah sadar. Semua partisipan adalah meditator Zen berpengalaman. Satu kelompok diminta untuk bermeditasi selama 20 menit. Lainnya diminta membaca majalah. Kemudian, semua peserta duduk di bilik dengan komputer. Mereka diinstruksikan untuk menghubungkan tiga kata yang ditampilkan di layar dimana kata keempat ada hubungan ketiga kata tadi. Mereka juga diminta untuk mengetik jawaban secepat mungkin. Mereka yang bermeditasi sebelum diadalan pengujian tadi mampu merampungkan tugas lebih cepat. Hal tersebut, disimpulkan tim peneliti, menunjukkan bahwa mereka memiliki akses yang lebih baik ke pikiran bawah sadar mereka.

Penelitian lainnya untuk proyek yang sama meminta satu kelompok untuk bermeditasi selama 20 menit, sementara kelompok lainnya disuruh bersantai. Kemudian semua sukarelawan ditanyai 20 pertanyaan, masing-masing dengan tiga atau empat jawaban yang benar. Sebagai msal, mereka diminta untuk menyebutkan satu dari empat musim. Bagaimanapun, lapor penelitian itu, sesaat sebelum melihat pertanyaan di layar komputer, jawaban potensial semisal "Musim Semi" telah muncul 16 milidetik lebih cepat. Rata-rata, kelompok yang bermeditasi sebelum tes pengujian mampu memberi kecocokan 6,8 jawaban yang muncul dari pikiran bawah sadar, submilinial words. Kelompok lainnya rata-rata hanya 4,9. Tim peneliti menyimpulkan bahwa kelompok yang bermeditasi tadi lebih mampu mengakses apa yang diperhatikan oleh otak daripada mereka yang tidak bermeditasi. Peneliti melaporkan bahwa kemungkinannya meditasi Zen dapat memberikan wawasan lebih baik terkait apa yang terjadi di latar belakang otak.
Jika meditasi Zen memungkinkanmu untuk lebih memahami apa yang sedang kamu rasakan secara batin mengapa kamu membuat keputusan tertentu dan bagaimana kamu menjaga diri secara mental dari hal-hal sekitarmu. Meditasi mungkin berdampak besar pada kehidupan mentalmu.

Rehabilitasi Penyalahgunaan Psikotropika

Meditasi Zen digunakan pula dalam program rehabilitasi penyalahgunaan psikotropika di Taiwan karena bisa memperlambat detak jantung dan pernapasan sekaligus meningkatkan fungsi sistem saraf otonom. Dalam artikel yang dipubliksasikan oleh Journal of Traditional and Complementary Medicine pada 2019 mendapati bahwa meditasi Zen memengaruhi adanya interaksi antara otak dan jantung. Menurut laporan tadi, praktisi Zen yang mengabdikan latihan mereka untuk mengungkapkan jantung spiritual di dalam organ jantung. Mereka menyatakan, “Melalui latihan meditasi Zen selama bertahun-tahun, fungsi otak para pempraktik sepenuhnya tereformasi, yang oleh tim peneliti diistilahkan, "otak terpisah yang didominasi oleh batin spiritual.”

Individu yang dalam masa pemulihan dari penyalahgunaan narkoba kemungkinannya mengalami masalah dengan sistem saraf otonomnya—sistem yang bertanggung jawab mengendalikan fungsi-fungsi tubuh yang dilakukan secara di luar sadar, seperti pernapasan, detak jantung, proses pencernaan atau kedipan mata. Para peneliti mendapati bahwa sesi meditasi Zen selama sepuluh menit telah menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam fungsi sistem saraf otonom pada pasien.

Meditasi Zen juga meningkatkan mood. Tentu mood pisitif dapat menjadi kunci membantu orang-orang kecanduan paikotropika menahan diri dari godaan untuk penggunaan kembali. Para peneliti juga menemukan bahwa meditasi Zen "meningkatkan fungsi hipotalamus dan lobus frontal," yang meningkatkan kontrol diri dan membantu individu mengatasi kecanduan. Enam belas dari 18 peserta dalam penelitian tersebut mengatakan mereka mengalami "pembersihan dan peremajaan tubuh dan pikiran" setelah sesi meditasi Zen selama sepuluh menit. Peserta juga melaporkan kesemutan di kulit kepala, panas di seluruh tubuh, dan merasa kesejukan psikis. Para peneliti yang menggunakan meditasi Zen sebagai pengobatan menyatakan dalam laporan penelitian bahwa meditasi berdampak pada bagian otak yang membantu individu sukses melalui proses detoksifikasi dan pemulihan.

Cara Mempelajarinya

Ada banyak cara untuk mempelajari lebih lanjut tentang meditasi Zen termasuk program audio, video online, program pembelajaran daring, dan buku-buku yang khusus membahas subjek ini. Kamu mungkin juga bisa mencari kelas meditasi Zen, sehingga bisa belajar dari seorang instruktur. Meski, sayangnya, meditasi ini dan retret ini tampak belum populer di Indonesia.

Apakah Meditasi Zen Tepat Buatmu?
Ketika berbicara tentang meditasi, penting untuk menemukan jenis meditasi mana yang paling cocok untukmu. Penelitian menunjukkan bahwa meditasi Zen tidak selalu difavoritkan. Bahkan, terkadang menjadi opsi buncit. Menikmati proses latihan adalah kunci untuk mempertahankannya dalam waktu yang lama. Jika kamu mencoba meditasi Zen dan tak cocok, jangan abaikan jenis meditasi lainnya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Buku Harmoni Dengan Segala Kehidupan Karya Eckhart Tolle

Buku ini diperhatikan bab-babnya berisi beberapa topik yang di awal-awal menyampaikan perihal kesaatkinian dan korelasinya adalah pelampuan gagasan yang mana meliputi gagasan waktu dan gagasan keterpisahan perihal ilusi eksistensi atau aku terpisah mutlak dari keberadaan lainnya ( atta ), kemudian topik diakhiri perihal "harmoni dengan segala kehidupan", yang dalam bahasa sederhana saya adalah: yang biasa dikira aku sejatinya adalah elemen tiada terpisah dari alam semesta. Anda adalah alam semesta itu sendiri.  Secara sistematis, bab-bab secara serial mengarahkan pembaca kepada kesadaran—apa yang diistilahkan Tolle sebagai—"ruang internal". Sebab di sanalah sumber keberhidupan dan arah tepat pencarian kebahagiaan, ketenangan batiniah. Itu muncul ketika konsepsi aku padam—tidak membersit pada pikiran Anda. Dengan kata lain, Anda menjalani, melakukan, menghadapi yang saat-kini Anda di situ dengan mode pikiran intuitif. Gaya Kebahasaan Gaya pengungkapan keb...

Orang Ewe dan Agama Kepercayaan Tradisionalnya

Orang Ewe bisa dijumpai di  Ghana, Togo, dan Benin. Semuanya adalah negara-negara di bagian barat benua Afrika. Populasi terbesar mendiami Ghana. Tradisi dan kepercayaanya banyak dipengaruhi kebudayaan orang Akan dan Yoruba. Bahasa ibu orang Ewe termasuk rumpun Gbe. Orang Ewe terbagi menjadi klan-klan, tetapi menurut cerita lisan dikatakan berakar pada garis leluhur yang sama. Sistem kepemilikan properti adalah komunal, tidak menganut kepemilikan properti secara individu. Asesedwa , kesenian kayu menyerupai bangku, sangat esensial dalam tradisi Ewe. Karenanya, hal itu dibuat dan diukir sangat hati-hati. Dalam ukiran benda tersebut kaya narasi mengenai klan bersangkutan. Dalam ritual, Asesedwa merupakan media yang berfungsi sebagai tempat memanggi roh leluhur. Asesedwa. Menurut cerita turun temurun, asal-usul mereka berasal dari Kotu/Ketu atau Amedzowe, terletak di sebelah timur Sungai Niger. Kira-kira pada 1500, leluhur mereka bermigrasi ke Notsie, Togo. Pada mulamya, migrasi merek...

Dua Kelahiran (Sebuah Esai Kontemplatif)

Kita kerap disuguhkan bahwa lahir, menua, kemerosotan fisik atau sakit/penyakitan, dan kemudian kematian adalah Penderitaan ( dukkha ). Bahasa sehari-harinya, kita sering kali tidak rela ketiga peristiwa akibat dari dilahirkan tadi menimpa kita dan orang-orang terdekat. Keempat fenomena alam tadi masuk klasifikasi penderitaan disebakan jasmani.  Ada klasifikasi penderitaan lainnya: bersama yang tak disenangi/dicintai, berpisah ataupun kehilangan yang disenangi/dicintai, dan terakhirnya adalah tidak memeroleh apa yang dihasratingini/dinafsui. Saya istilahkan penderitaan disebabkan oleh kemampuan mengada yang darinya muncul kemampuan mengingini (mengidealkan dunia kita alami). Mohon diingat. Ini adalah tulisan bersifat kontemplatif dan ini rasa-rasanya tak ada dalam pengajaran naratif Buddhisme arus utama. Sekedar hasil perenungan dan proses memperjelas istilah yang bagi penulis cukup membingungkan mulanya   Mengapa Kita kerap Alami Suasana Batin Tak Nyaman Kita secara emos...

Apa Itu 4 Kebenaran Hakiki dalam Buddhisme?

Awal-awal ceramah Guru Gautama setelah pencerahannya berkisar di seputar Empat Kebenaran Hakiki, yang merupakan dasar dari Buddhisme. Salah satu cara untuk memahaminya adalah dengan memandang Kebenaran-Kebenaran tersebut sebagai hipotesis dan Buddhisme sebagai proses pemverifikasiannya untuk menjadi tesis, atau merealisasi hakikat akan Kebenaran-Kebenaran itu. Empat Kebenaran Hakiki Umumnya, arti Kebenaran ini ditangkap secara serampangan. Kebenaran tersebut memberi tahu kita bahwa hidup adalah penderitaan. Penderitaan disebabkan oleh loba (ketamakan), dosa (kualitas-kualitas psikiis mengganggu semisal amarah dan ras frustasi), dan moha (pandangan deluaif). Penderitaan berakhir ketika kita terbebas dari 3 kotoram batim tadi. Caranya dengan mempraktikkan apa yang disebut 4 Kebenaran Beruas Delapan. Secara urutan formalnya, Kebenaran tersebut bunyinya berikut: Benar ada penderitaan atau rasa ridak puas ( dukkha ) Benar ada sumber munculnya penderitaan atau tasa tidak puas ( samudaya...

𝙀𝙡𝙞𝙣𝙜 𝙡𝙖𝙣 𝙒𝙖𝙨𝙥𝙖𝙙𝙝𝙖, 𝗔𝗽𝗮 𝙨𝙞𝙝 𝗠𝗮𝗸𝘀𝘂𝗱𝗻𝘆𝗮?

Leluhur mewariskan kita ajian tentang bagaimana menjalani hidup yang damai dalam diri, dituangkan dalam 𝘴𝘢𝘯é𝘱𝘢. Dengan itu kita diminta membuka kitab kita sendiri. Kitab itu adalah batin kita masing-masing untuk 𝘥𝘪𝘴𝘪𝘯𝘢𝘰𝘯𝘪 dan 𝘥𝘪𝘱𝘦𝘵𝘢𝘯𝘪. Orang Sunda dan orang Kenekes (Badui di Lebak, Banten) menyebut "ngaji diri". 𝘌𝘭𝘪𝘯𝘨 𝘭𝘢𝘯 𝘸𝘢𝘴𝘱𝘢𝘥𝘩𝘢 (baca: 𝘸𝘢𝘴𝘱𝘰𝘥𝘩𝘰) adalah ajaran bagaimana mergondisikan batin tiada gangguan agar kembali tenang, tiadanya semacam lubang dalam ruhani atau psikis atau batin, batin puas dengan yang ada, batin bening dan suci sebagaimana sifat asalinya, atau psikis bagaimana mengalami rasa syukur yang sebenar-benarnya syukur (bukan syukur 𝘬𝘦𝘮𝘣𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘢𝘮𝘣é) apapun sedang dijumpai. 𝙒𝙖𝙨𝙥𝙖𝙙𝙝𝙖 "Waspadha" (baca: waspodho) atau 𝘯𝘺𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢'𝘯é adalah hadirnya pikiran pada saat-kini, pada momen yang berlangsung. Kita sering makan tetapi kita tak sepenuhnya benar-benar makan, tidak a𝘸𝘢𝘳𝘦 denga...

Apa Maksud Ungkapan Ikonik "Gott Ist Tot" Nietzsche?

Friedrich Wilhelm Nietzsche lahir dari seorang ayah pendeta Kristen pada 1844. Seperti ayahnya yang meninggal usia sangat muda yaitu 36 tahun, ia meninggal pada usia 56 tahun, setelah menghabiskan sepuluh tahun terakhir hidupnya dalam kegilaan yang disebabkan oleh gangguan mental, pada tahun 1900. Ia menulis beberapa buku mencekam dan menelanjangi cara pandang manusia. Di antara paling elegan ada Thus Spoke Zarathustra (Sabda Zarathustra),   Kelahiran Tragedi , Beyond Good and Evil (Melampaui Kebaikan dan Kejahatan) , Silsilah Moral , dan beberapa lainnya adalah yang populer dan dibaca kalangan luas. Terkenal bukan sekedar karya filosofisnya yang luar biasa, tetapi juga pengaruhnya terhadap ratusan pemikir filsafat, psikologi, dan sastra di era setelahnya. Sesuatu yang tak bersambut dan dihargai semasa hidupnya karena ide-ide dan gaya kefilsafatannya di luar arus ortodoksi, hal yang sangat mengganggunya. Namun, setelah itu, seperti ungkapan terkenalnya, "Beberapa lah...

Apa Maksud Samsara dalam Buddhisme?

Dalam Buddhisme, samsara sering diartikan sebagai roda siklus tumimbal lahir tiada berujung. Atau, anda mungkin menangkapnya sebagai dunia penderitaan dan ketidakpuasan ( dukkha ), lawan dari nibbana  yang mana istilah kedua ini merujuk pada suatu kondisi terbebas dari penderitaan dan siklus tumimbal lahir—atau orang umum mengenal dan menyamakannya dengan reinkarnasi. Secara literal, istilah samsara yang berasal dari Sansekerta, berarti "mengalir" atau "melewati", yang dilustrasikan dengan Roda Kehidupan dan digambarkan dengan Dua Belas Asal Muasal Saling Bertaut Kemengadaan. Pada umumnya dipahami sebagai kondisi terbelenggu oleh keserakahan, kebencian, dan ketidaktahuan, atau terjebak ilusi yang mengaburkan realitas sejati ( Sunyata ). Dalam falsafah Buddhis tradisional, kita terjebak dalam samsara dari satu kehidupan ke lain kehidupan hingga kita menemukan kebangkitan melalui ketercerahan. Namun, pengartian samsara paling baik, dan mungkin pengartiannya dapat dit...

Dua Kebenaran dalam Mahayana Buddhis

Apa itu kenyataan? Kamus memberi tahu kita bahwa kenyataan adalah "kondisi sebagaimana adanya". Dalam Buddhisme Mahayana, kenyataan dijelaskan dalam doktrin Dua Kebenaran. Doktrin ini memberi tahu kita bahwa kenyataan dapat dimengerti baik sebagai kenyataan ultim sekaligus kenyataan konvensional (atau absolut dan relatif). Kebenaran konvensional adalah seperti kita sehari-hari melihat dunia, tempat yang penuh dengan hal-hal dan fenomena-fenomena khas yang beragam. Kenyataan ultim-nya adalah tidak ada hal-hal atau fenomena khas. Mengatakan tidak ada perbedaan hal-hal atau fenomena yang khas bukan berarti tidak ada yang eksis sama sekali, yang jelas tidak ada perbedaan. Yang mutlak absolut adalah  dhammakaya , kemenyeluruhan segala sesuatu dan eksistensi, tiadalah pula tampak. Mendiang Chogyam Trungpa menyebut dhammakaya sebagai "dasar dari ketidaklahiran yang asli." Bingung? Anda banyak temannya  kok . Ini bukan ajaran yang mudah untuk "ditangkap", tetapi s...

Mengapa Banyak Orang Amerika Menganggap Buddhisme Sekedar Filsafat?

Di Asia timur, Buddhis merayakan mangkatnya Buddha dan datangnya pencerahan di akhir bulan Februari. Akan tetapi di kuil  Zen  lokal saya di North Carolina, pencerahan Buddha diperingati selama musim liburan bulan Desember, diisi dengan ceramah singkat bagi anak-anak, penyalaan lilin, dan makan malam ala kadarnya di akhir acara. Selamat datang di Buddhisme, gaya Amerika. Pengaruh Awal Pengaruh Buddhisme dalam kesadaran budaya masyarakat Amerika muncul di akhir-akhir abad ke-19. Zaman ketika gagasan romantis tentang mistisisme Timur nan eksotis memantik imajinasi filsuf dan penyair Amerika, penikmat seni, dan angkatan awal para penstudi religi-religi global. Penyair dengan kecenderungan gaya transendentalis seperti Henry David Thoreau dan Ralph Waldo Emerson mempelajari filsafat Hindu dan Buddha secara mendalam. Juga ada Henry Steel Olcott, yang rela pergi ke Sri Lanka pada 1880, yang melakukan konversi ke Buddhisme dan mendirikan aliran filosofi mistik yang terkena...

Berkenalan Tema-tema Dasar Buddhisme dari Buku Peter D. Santina

Anda akan dapat menemui banyak ragam dikenali dari Buddhisme di tataran kasarnya. Namun ragam rupa tampakan tradisi dan pengajaran Buddhisme, yang seolah berbeda, disamakan oleh tema-tema utama: Empat Kebenaran Ariya dan Delapan Ruasnya, Tiga Ciri Universal Keberadaan, Karma, dan tumimbal lahir (saya pahami sebagai kemampuan mengada (bereksistensi), bukan sekadar ada, yang dalam konteks filsafat Buddhis adalah produk ilusi mental). Jika Anda ingin mengenal apa kiranya yang bermanfaat untuk kesehatan mental kita di dunia yang cepat nan sesak ramai objek-objek merangsang hasrat keinginan kita tanpa sudah, maka buku Dr. Peter D. Santina ini layak. Menyuguhkan dasar-dasar bagi siapa saja yang baru awal-awal mengenal Buddhisme. Santina mengupas dalam pendekatan sekuler. Tak salah kalau bab pertama buku ini diberi tajuk "Agama Buddha: Sebuah Sudut Pandang Modern". Walau di beberapa titik tampak sekilas Santina menyinggung nilai-nilai Buddhisme yang kebanyakannya memenuhi alam pikir...