Beliau mengatakan bahwa kita sebagai mahluk dengan atribut mental seringnya jatuh pada suasana psikis yang tidak nyaman. Misalnya kegelisahan, bosan, sumpek, diselimuti amarah, iri, muak, dengki, mengelukan ini dan antipati itu, kebencian, putus asa, kekecewaan, rasa rindu, rasa kehilangan semisal kehilangan seseorang yang telah mati, dan ketidaknyamanan psikis lainnya. Beliau tidak menyangkal bahwa rasa bahagia itu dapat kita alami. Namun bahkan ketika psikis kita mengalami rasa itu, munculnya rasa itu secara halus juga dibarengi rasa takut kehilangan rasa atau pengalaman psikis meringankan itu. Bahkan ketika flashback ke belakang, ke sepanjang hidup telah kita alami, saya yakin kita lebih mengalami yang oleh mental kita terasa tidak nyaman. Inilah yang diistilahkan dukkha (penderitaan atau ketidakpuasan). Pokoknya, semua kondisi psikis yang kita rasakan tidak nyaman. Ketika kondisi psikis kita muncul hal-hal tadi, apakah terasa nyaman? Jawabnya tidak. Saya yakin bukan saya...
πΎππππ πππππ ππππππππ ππππππππππ