Friedrich Wilhelm Nietzsche lahir dari seorang ayah pendeta Kristen pada 1844. Seperti ayahnya yang meninggal usia sangat muda yaitu 36 tahun, ia meninggal pada usia 56 tahun, setelah menghabiskan sepuluh tahun terakhir hidupnya dalam kegilaan yang disebabkan oleh gangguan mental, pada tahun 1900.
Ia menulis beberapa buku mencekam dan menelanjangi cara pandang manusia. Di antara paling elegan ada Thus Spoke Zarathustra (Sabda Zarathustra), Kelahiran Tragedi, Beyond Good and Evil (Melampaui Kebaikan dan Kejahatan), Silsilah Moral, dan beberapa lainnya adalah yang populer dan dibaca kalangan luas. Terkenal bukan sekedar karya filosofisnya yang luar biasa, tetapi juga pengaruhnya terhadap ratusan pemikir filsafat, psikologi, dan sastra di era setelahnya. Sesuatu yang tak bersambut dan dihargai semasa hidupnya karena ide-ide dan gaya kefilsafatannya di luar arus ortodoksi, hal yang sangat mengganggunya. Namun, setelah itu, seperti ungkapan terkenalnya, "Beberapa lahir secara anumerta".
Ungkapan filsuf Jerman ini paling ikonik adalah "Gott ist tot", yang artinya Tuhan telah mati. Ungkapan yang bersumber dalam tulisannya di buku yang versi terjemahan Indonesia berjudul The Gay Science: Sains Yang Mengasyikkan. Apa kita tahu persis maksud dia? Atau, apa arti pentingnya ungkapan tadi bagi kita?
Tulisan ini adalah "pemindahan bebas" dari artikel Big Think, beberapa rujukan lain, dan sedikit pengetahuan akan cara kefilsafatannya.
Makna Hidup Manusia: Pemaknaan Lama dan Baru
Nietzsche adalah ateis di masa dewasanya. Jadi, ia tidak memaksudkan perkataannya itu memang benar-benar ada sosok Tuhan yang telah mati, akan tetapi gagasan kita akan Tuhan. Pasca Pencerahan, karena lahirnya wacana akan alam semesta yang diatur oleh hukum-hukum fisika, bukan diatur oleh kodrat ilahiah yang sebelumnya menjadi wacana arus utama. Filsafat juga telah menunjukkan bahwa pengorganisasian tata pemerintahan tak perlu lagi disandarkan pada gagasan adanya hak kodrati untuk menjadi alas legitimasinya, melainkan didasarkan konsensus dan rasionalitas pihak-pihak yang diperintah. Gampangnya, memang ada suatu teori moral yang besar dan konsisten yang bisa diwujudkan tanpa perlu melibatkan Tuhan.
Pencerahan adalah peristiwa agung yang luar biasa. Eropa tidak butuh Tuhan lagi sebagai sumber untuk semua moralitas, nilai, atau memahami akan keteraturan alam semesta. Filsafat dan sains mampu mengambil alih peran Tuhan dalam menata dan memecahkan hal-hal dalam kehidupan umat manusia. Menyebarnya sekularisasi pemikiran—yaitu cara pandang bahwa manusia adalah subjek—di Barat ini membuat para filsuf sadar bahwa bukan saja Tuhan telah mati, tetapi itu artinya manusia juga telah membunuhnya dengan melahirkan revolusi saintifik di tengah kehidupan sosial mereka, keinginan manusia untuk lebih memahami dunia.
Pernyataan akan kematian Tuhan yang menohok langsung ke jantung Kekristenan oleh Nietszche juga sebagai hal yang tidak sepenuhnya baik. Tanpa Tuhan, yang merupakan basis sistem kepercayaan, Eropa Barat dalam bahaya. Sebagaimana yang telah Nietzsche katakan sendiri dalam Twilight of the Idols:
Ketika seseorang melepaskan iman Kristen, ia mencabut hak moralitas Kristen dari bawah kakinya. Moralitas ini sama sekali tidak terbukti dengan sendirinya...
Kekristenan adalah sebuah sistem, cara pandang menyeluruh akan hal-hal yang dipikirkan bersama. Dengan mematahkan satu konsep utama di antaranya, yaitu iman kepada Tuhan, seseorang telah menghancurkan keseluruhannya.
Nietzsche berpikir bahwa hal ini adalah kabar baik bagi sebagian orang. Ia mengatakan,
... saat mendengar berita bahwa 'tuhan lama sudah mati', kami para filsuf dan 'roh bebas' rasanya diterangi oleh fajar baru.
Pagi yang cerah telah menyingsing. Dengan lenyapnya sistem makna yang lama, yang baru dapat diciptakan. Namun hal itu datang tidak dengan risiko menyertai, salah satunya bisa membangkitkan perihal terburuk karena watak dalam diri manusia. Nietzsche sadar bahwa terhapusnya sistem lama ini akan menempatkan kebanyakan orang pada risiko keputusasaan atau ketakbermaknaan hidup. Apa gunanya hidup tanpa Tuhan?
Bahkan jikalaupun Tuhan memang benar ada, dunia Barat sekarang sudah tahu bahwa Tuhan ternyata tidak menempatkan kita di pusat alam semesta, juga karena mempelajari perihal dari mana asal mula manusia yang telah berevolusi. Kita pada akhirnya melihat dunia dengan yang sebenar-benarnya. Alam semesta dibuat tidak semata-mata sebagai anugerah manusia. Nietzsche menakutkan bahwa pemahaman akan dunia semacam ini akan menggiring manusia pada pesimisme, "keinginan untuk ketiadaan", yang bertolak belakang dengan jalan kefilsafatan yang berafirmasi pada kehidupan sebagaimana ia promosikan.
Ketakutannya akan munculnya nihilisme dan reaksi kita terhadapnya disuguhkan dalam Übermensch (Kehendak untuk berkuasa). Ia menulis:
Yang saya maksudkan adalah sejarah dua abad mendatang. Saya menggambarkan apa yang akan datang, apa yang kedatangannya tidak lagi sama: munculnya nihilisme… Untuk beberapa waktu sekarang seluruh budaya Eropa kita telah bergerak menuju kastatrofi.
Nietzsche tidak akan terkejut dengan peristiwa yang melanda Eropa pada abad ke-20: Komunisme, Nazisme, nasionalisme, dan ideologi-ideologi lain yang memenuhi seantero benua Eropa, selepas usainya Perang Dunia I dan usaha pencarian makna dan nilai baru umat manusia, sebagai kaum pekerja, sebagai Arya, atau tindakan-tindakan lain yang lebih besar. Itu semua terjadi dengan cara yang sama terkait bagaimana Kekristenan bisa memberi makna manusia Eropa sebagai anak Tuhan, dan memberi nilai kehidupan di Bumi melalui hubungan manusia Bumi dengan yang surgawi. Meskipun Nietszche bisa jadi menolak ideologi-ideologi yang lahir pasca kematian tuhan lama itu, dia pasti akan mengakui betapa penting hal-hal tadi menyediakan makna bagi kehidupan manusia.
Übermensch
![]() |
| Makam Nietzsche di Röcken, Churchyard, Lützen, Jerman. |
Untuk permainan penciptaan, Saudara-saudaraku, diperlukan yang suci: roh sekarang menghendaki kehendaknya sendiri.
Tuhan sudah mati; tetapi mengingat cara-cara manusia, mungkin masih ada gua selama ribuan tahun di mana bayangannya akan [masih] tertampilkan.

.jpeg)
Komentar
Posting Komentar