Secara umum, pengikut Yahudi Ortodoks adalah kelompok penganut keagamaan yang dalam menjalankan ajaran dan hukum Taurat/Torah dengan cara lebih ketat dan kaku dibanding dengan kelompok Yahudi Reformis yang lebih modern dan liberal. Walau begitu, patut diingat, ada derajat berbeda terkait level kekonservatifan dalam kelompok yang dikenal sebagai "Yahudi Ortodoks" ini.
| Para pengikut Yahudi Hasidik. |
Yahudi Haredi dan Hasidik
Yahudi Haredi menolak banyak penggunaan teknologi dalam kehidupan mereka, seperti televisi dan internet, dan sekolah-sekolahnya dipisahkan berdasarkan gender. Kaum pria mengenakan kemeja putih dan jas hitam, dan topi fedora hitam atau topi homburg, yang menutupi kupluk kecil (kippah) berwarna hitam di kepala mereka. Kebanyakan kaum pria memelihara jenggot. Kaum wanitanya berpakaian longgar nan sederhana, dengan lengan panjang dan bagian leher baju tinggi, dan sebagian besar memakai kain penutup rambut atau semacam jilbab.
| Dua pasangan Yahudi Haredi. |
Kelompok selanjutnya adalah Yahudi Hasidik. Kelompok ini menitikberatkan pada aspek spiritual yang memvabgkitkan sukacita dalam praktik keagamaannya. Yahudi Hasidik biasanya tinggal di komunitas khusus dan eksklusif dan, sebagaimana dianggap bidat oleh Haredi, dikenali karena mengenakan pakaian yang berbeda dari ortodoksi. Bagaimanapun, cara berpakaian mereka yang khas untuk mengidentifikasikan diri bahwa mereka berasal dari kelompok Hasadik yang berbeda. Laki-laki Yahudi Hasidik memiliki jambang panjang tanpa dipotong dekat dua telinganya yang disebut payot. Semacam kepang rambut di dua sisi wajahnya. Kaum prianya memakai topi dengan bentuk khas yang terbuat dari bulu.
Orang Yahudi Hasidik disebut Hasidim dalam bahasa Ibrani. Kata ini berasal dari kata Ibrani untuk cinta kasih (chesed). Gerakan Hasidik tampak unik karena ketaatannya terhadap perintah-perintah Tuhan demi menyenangkannya (mitzvot), aktivitas berdoa yang tulus, dan rasa cinta yang tak terbatas kepada Tuhan dan dunia yang diciptakannya. Banyak ide Hasidisme berasal dari mistisisme Yahudi (Kabbalah).
Bagaimana Gerakan Hasidik Dimulai
Gerakan tersebut berasal dari Eropa Timur pada abad ke-18, pada saat orang Yahudi mengalami penganiayaan hebat. Sementara elit Yahudi berfokus dan menemukan kenyamanan dalam studi Talmud, massa Yahudi yang miskin dan tidak berpendidikan sangat membutuhkan pendekatan baru.
Beruntung bagi masyarakat Yahudi, Rabbi Israel bin Eliezer (1700-1760) menemukan cara untuk mendemokratisasi Yudaisme. Ia adalah yatim piatu miskin dari Ukraina. Sebagai seorang pemuda, ia berkeliling dari desa ke desa Yahudi, menyembuhkan yang sakit dan membantu yang papa. Setelah menikah, ia mengasingkan diri di pegunungan dan menceburkan diri pada mistisisme. Saat pengikutnya bertambah, ia dikenal sebagai Baal Shem Tov (disingkat Besht) yang berarti "Bapak yang Saleh".
Menekankan pada Mistisisme
Secara ringkas, Baal Shem Tov memimpin kaum Yahudi Eropa meninggalkan Rabinisme dan mendekat pada mistisisme. Gerakan Hasidisme awal ini mendorong orang Yahudi abad ke-18 yang miskin dan tertindas di Eropa menjadi kurang berminat pada dunia akademik dan lebih emosional, tidak pula begitu menekankan pada pelaksanaan ritual dan lebih fokus untuk mengalami praktik secara emosional, menjadi kurang tertarik pada pengetahuan, dan secara emosional condong pada pengagungan kelompok mereka secara eksklusif. Cara seseorang berdoa menjadi lebih penting daripada seseorang paham akan makna doanya itu sendiri. Baal Shem Tov tidak mengubah Yudaisme, tetapi menyarankan kepada orang-orang Yahudi mempraktikkan agama leluhur (Yudaisme) dari pendekatan psikologis yang berbeda sama sekali.
Terlepas dari oposisi yang barada di bawah pimpinan Vilna Gaon dari Lithuania yang begitu vokal (mitnagdim), Hasidik berkembang pesat. Ada yang mengatakan bahwa setengah dari orang Yahudi Eropa adalah Hasidik.
Para Pemimpin Hasidik
Para tokoh pemimpin Hasidik, disebut tzadikim, yang dalam bahasa Ibrani berarti "orang benar", menjadi perantara bagi para pengikutnya yang tidak terdidik dalam menjalani kehidupan keagamaan Yahudi lebih intens. Tzadik adalah seorang pemimpin keagamaan yang membantu para pengikutnya dalam meningkatkan kualitas hubungan lebih dekat dengan Tuhan melalui kegiatan ritualistik berdoa, memandu pengikut awamnya, juga pemberi petuah-petuah dalam segala hal.
Berjalannya waktu, Hasidisme terpecah menjadi beberapa kelompok yang dipimpin oleh tzadikim yang berbeda. Beberapa sekte Hasidim yang lebih besar dan terkenal adalah Breslov, Lubavitch (Chabad), Satmar, Ger, Belz, Bobov, Skver, Vizhnitz, Sanz (Klausenberg), Puppa, Munkacz, Boston, dan Spinka Hasidim.
Seperti Haredi lainnya, Yahudi Hasidik mengenakan busana khas yang mirip dengan yang dikenakan leluhur mereka di Eropa pada abad ke-18 dan ke-19 lalu. Dan sekte-sekte Hasidik yang berbeda-beda sering memakai beberapa atribut pakaian yang khas, seperti topi, jubah, atau kaus kaki yang berbeda, untuk identifikasi individu itu dari sekte yang mana.
Komunitas Hasidik di Pelbagai Penjuru Dunia
Sekarang ini, kelompok Hasidik terbesar ada di Israel dan Amerika Serikat. Komunitas Yahudi Hasidik juga ada di Kanada, Inggris, Belgia, dan Australia.