MΔori adalah termasuk ras Polinesia yang bermigrasi ke Ae asli asal Polinesia menggunakan waka (kano) antara tahun 1320 dan 1350 Masehi, yang tinggal di Selandia Baru. Suku ini berasal dari pendatang Polinesia timur yang tiba di Selandia Baru dalam beberapa gelombang migrasi.
Komunitas mereka terisolasi beberapa abad, para pendatang ini mengembangkan bahasa, mitologi, teknik kriya, serta seni pertunjukan yang berbeda dengan budaya Polinesia timur lainnya dalam mengembangkan budayanya. Beberapa penduduk awal suku MΔori pindah ke Kepulauan Chatam dan kemudian umumnya disebut suku Mariori, menjadi kelompok etnik berbeda di Selandia Baru.
 |
| Sekelompok pria Maori mementaskan tarian tradisional. |
Leluhur orang MΓ£ori telah mewariskan kisah awal penciptaan, "kΕrero", dan memberi keturunannya bingkai cara pandang pada dunia yang ditinggali.
Narasi awal penciptaan dunia dalam tradisi orang-orang MΔori ada banyak versi. Walau begitu, plot dasarnya adalah menceritakan: Pada mulanya kehampaan, "Te Kore". Kemudian kegelapan, "Te Po", dan berubah menjadi terang, "Te Ao MΔrama". Ketiadaan menjadi sesuatu, yaitu bumi dan langit telah dipisahkan, dan alam-pun berevolusi, "Te Wehenga". Semua itu dimungkinkan oleh usaha "matua", anak-anak mereka.
Te Po atau gelap gulita malam tiada tepi. Langit dan Bumi tiada terpisah. Muncullah Ranginui dan PapatΕ«Δnuku bersama anak-anaknya, matua, di tengah mereka. Matua melihat spektrum cahaya. Mereka mulai mendiskusikan sebuah "potensi", spektrum cahaya yang terlihat di luar: Kira-kira apa yang bisa dimungkinkan?
TΕ«matauenga mengusulkan untuk mengenyahkan orangtua mereka. TΔwhirimΔtea tidak setuju, “Biarkan saja”, ia pro status quo. Lainnya berpendapat untuk memisahkan saja kedua orangtuanya. Pilihan terakhir ini dirasa layak. Walau begitu, TΔwhirimΔtea kekeuh tidak setuju. Sementara RongomΔtane dan Haumietiketike tidak berkomentar apa-apa, hanya diam.
TΔne, Tangaroa, dan TΕ«matauenga mulai mengupayakan itu. TΔne mulai bersiasat. Ia berbaring telentang dengan kaki menghadap ke atas. Dengan segenap tenaga, ia mendorong terus dan terus Ranginui ke atas dan semakin ke atas. Padahal Ranginui tak ingin berpisah dengan PapatΕ«Δnuku. Pun sebaliknya. Ranginui begitu bersedih karena cintanya PapatΕ«Δnuku.
Mendapati rasa sedih bapanya itu, TΔne mendorong turun ibunya agar ia tidak menyaksikan kesedihan Ranginui. TΓ£ne kemudian merias ibunya dengan bermacam pepohon dan aneka tanaman. Kepada bapanya, TΔne meriasnya dengan berbagai bintang yang berasal dari keringat di keningnya. Itulah langit dan hiasannya.
Meski bersedih dan menangis, Ranginui dan PapatΕ«Δnuku tiada terlihat rasa marah kepada anak-anaknya. “Kei te heke ngΔ roimata o Ranginui” atau bulir airmata Ranginui menetes jatuh. Itulah pertama hujan terjadi. Walau begitu, anak-anaknya sudah meminta maaf untuk perbuatannya.
Singkat cerita, sejak saat itu, anak-anak mereka menjelma menjadi Entitas Supernature, sebagai penjaga hal-hal spesifik, menurut kepercayaan orang MΔori. Misalnya, TΔne diyakini sebagai penjaga hutan.
 |
| TΕ«matauenga menjadi inspirasi tato. |
Sementara itu, TΔwhirimΔtea akhirnya menjadi pengendali cuaca, karena saking marahnya dan masih tidak terima atas tindakan saudara-saudaranya dan mengobarkan peperangan. Saudara-saudaranya memilih menghindarinya, kecuali TΕ«matauenga. TΔwhirimΔtea mencungkil matanya dan melemparkannya ke langi, jadilah matahari,
"Matariki-‘NgΔ Mata o te Ariki o TΔwhirimΔtea”. TΔwhirimΔtea naik ke atas untuk tinggal bersama bapanya di langit. Karena ia tidak lagi memiliki penglihatan, ia meraba-raba menggunakan kekuatan alamnya.
RongomΔtΔne adalah matua pencipta damai dan Haumietiketike adalah matua pencipta makanan di alam liar dan akar-akar pakis.
Saudara-saudara lain yang menderita karena peristiwa separasi orangtua mereka menjadi angin, badai, dan hujan badai. Ketakutan menguasai diri RongomΔtΔne dan Haumietiketike dan akhirnya mereka meminta perlindungan PapatΕ«Δnuku. Angin menderu membuat TΔne dan anak-anaknya membungkuk.
TΔngaroa adalah matua pengendali danau, kanal air, beserta seluruh makhluk yang hidup di air. Laut terguncang dan beberapa anak Tangaroa berpisah satu sama lain. Beberapa di antaranya tinggal bersama bapa mereka di "moana" dan beberapa pindah ke daratan untuk tinggal di alam TΔne.
RΕ«aumoko, si bungsu, masih dalam kandungan ibunya ketika peristiwa separasi. Setelah ia ada, rasa kecewanya kemudian dilampiaskan melalui gempa dan aktivitas geologis lainnya. Namanya juga berarti "arus getar yang melukai Bumi".
Nilai-nilai Hidup dari Narasi Penciptaan
Penciptaan pΕ«rΔkau, "dunia" atau "semesta", memberi orang MΓ£ori cara pandang dan landasan bagaimana berhubungan dengan alam, bagaimana seyogya bertindak serta memperlakukannya. Oleh karenanya, kisah penciptaan ini menjadi tatalaku bagi individu dan kolektif.
TΔne adalah atua paling populer. Ia adalah personifikasi dari semua bentuk pohon dan kehidupan burung. Hal yang paling dominan dari lingkungan sekitar kita dan paling esensial bagi keberlangsungan hidup manusia.
Lantas, apa yang ditawarkan TΔne kepada umat manusia? Akal dan pikiran yang jernih adalah atribut yang kita warisi dari TΔne dalqm membantu kita menyelesaikan perdebatan yang idealnya melalui mufakat. TΔne memperoleh pengetahuan untuk umat manusia dari surga dan usahanya memeroleh pengetahuan itu bukanlah usaha yang mudah. Pendakian TΔne harus melewati 12 langit untuk mendapatkan keranjang pengetahuan. Hal ini melambangkan perjuangan individu mendapat pandangan terang, pemahaman, dan lebijaksanaan.
Adapun TΕ«matauenga, wajah marah umat manusia kadang-kadang adalah representasi dari kita semua. TΓΌmatauenga menunjukkan kepada kita semua bahwa menyelesaikan permasalahan hidup tidaklah selalu berjalan mulus dan kita membutuhkan kemampuan untuk memecahka itu ketika dihadapkan pada permasalahan hidup.
Tindakan TΔwhirimΔtea menyebabkan saudara-saudaranya menanggapi dengan cara tertentu, baik menentang atau memilih sikap berhati-hati. TΔwhirimΔtea menunjukkan kepada kita tentang keragaman. Ia menampilkan karakteristik yang beragam dalam memihak ayahnya dan menjadi berbeda. Hal ini mengingatkan kepada kita semua agar memiliki konfidensi ketika mengejar agenda tertentu dan berbeda dari lainnya. Juga, mengajarkan untuk berpegang pada sudut pandang tertentu yangbtelah kita renunglan dan pertimbangkan benar.♧
Komentar
Posting Komentar