Sebelum datangnya bangsa kolonial Eropa, Yoruba berkonflik dengan etnis Fulani. Mereka merangsek ke wilayah Yoruba dan semakin mendesaknya ke selatan. Pada akhir 1800-an, Yoruba membuat perjanjian damai dengan Fulani. Karena permusuhan mereka dengan etnis Fulani yang merupakan pemercaya dan penyebar Islam, insting permusuhan itu membuat orang Yoruba memilih mempertahankan agama leluhurnya. Hingga kemudian datang Inggris pada 1901 yang, selain menjajah, secara bertahap mengonversi mereka menjadi Kristen. Terkait diaspora, di beberapa wilayah di Karibia dan Amerika Selatan, terjadi sinkretisme antara agama tradisional Yoruba dengan Katolik.
| Etnis Yoruba di Nigeria mementaskan musik tradisional. |
Saat ini jumlah terbesar keturunan Yoruba terdapat di negara Brasil, estimasinya sekitar 5 juta. Di tanah Kuba terdapat sekitar 1 juta, sepertiga pekerja di Kuba yang saat itu jajahan Spanyol adalah orang Afrika yang diperbudak dan mayoritasnya adalah Yoruba. Di Puerto Riko, Trinidad, dan Karibia terdapat populasi Yoruba sekitar setengah juta. Di Amerika Serikat dan Kanada diperkirakan ada 3 juta. Jumlah yang sama terdapat di Inggris dan seluruh Eropa. Diperkirakan ada beberapa ratus ribu diaspora Yoruba yang tinggal di berbagai bagian wilayah di Asia. Yoruba adalah diaspora yang hampir ada di seluruh muka bumi.
Asal-Usul
Tidak diketahui secara jelas asal-usul orang Yoruba. Ada tiga narasi yang jelas-jelas bertentangan satu sama lain. Pertama, asal-usulnya dilandaskan pada narasi mitologis awal penciptaan bumi atau semesta, cara pandang akan diri dan kosmos, yang polanya ada di setiap kelompok kebudayaan yang dari rahimnya itu lahir apa yang disebut agama.
Seperti umumnya agama di dunia, narasi penciptaan dalam agama tradisional Yoruba tidak bisa dilepaskan dari narasi awal penciptaan. Olorun, atau Tuhan Langit atau Tuhan Yang Maha Esa atau Tuhan Tertinggi, menurunkan rantai di Ilé Ifè. Oduduwa menuruni rantai itu. Ia adalah leluhur orang Yoruba dan tentu saja leluhur semua manusia. Ia membawa ayam jago, sebagian tanah, dan biji palem. Oduduwa melemparkan Bumi ke dalam air dan ayam jago mencakarnya, jadilah tanah. Darinya, tumbuh pohon palem dengan 16 pelepah, representasi 16 kerajaan asal orang Yoruba. Ada versi mitologi lainnya sebagaimana dalam "Narasi Penciptaan" di bawah. Demikian juga dengan setiap kota, garis keturunan, serta sebutan dan silsilah tuhan-tuhan orang Yoruba berbeda-beda. Namun dari berbagai ragam mitos yang menjadi bagian tradisi oral itu, Ilé-Ife secara spiritual dianggap puncak dari lahirnya leluhur semua orang Yoruba.
Kedua, dituturkan bahwa orang Yoruba adalah keturunan dari Lamurudu, atau Namrud/Nimrod dari legenda Alkitab dan berasal Timur Dekat, yang telah dibuang dan diasingkan. Akhirnya menetap di tanah Yoruba sebagaimana saat ini. Karenanya, beberapa pihak melacak kebenaran hipotesis asal-usul Yoruba ini sampai ke Uruk atau Babilonia, Mesopotamia kuno (Iraq modern).
Ketiga, narasi berdasar temuan arkeologis. Berdasar temuan, orang Yoruba mendiami wilayah tersebut sejak awal 10.000 SM. Menurut Robert S. Smith dalam bukunya Kingdoms of the Yoruba, penggalian arkeologis telah mengkonfirmasi keberadaan populasi manusia di daerah Idanre sejak zaman prasejarah, wilayah yang didiami orang Yoruba saat ini.
Narasi Penciptaan
![]() |
| Figur arca Orisha Eshu yang biasa menghiasi tempat ibadat, diyakini sebagai penghantar pesan dan persembahan dari manusia ke langit vice versa (Art Resources). |
Ritual Keagamaan dan Kitab Suci
Seperti orang Afrika lainnya, orang Yoruba sangat religius. Bagi mereka, segala sesuatu adalah sakral dan suci. Entitas-entitas keilahian mereka tidak kalah kompleksitasnya jika disandingkan dengan agama yang dari rahim kebudayaan dan peradaban besar manapun dalam sejarah umat manusia.
Spiritualitas orang Yoruba juga dipandu oleh kidung puitis suci Ifa, berisi arahan dalam bertindak dan berperilaku etis dalam setiap hal tertentu. Misalnya, Bab 219 dari korpus Ifa menekankan kekuatan akan kebenaran. Odu ini menasihati perlunya hidup jujur dan berbuat adil sebagai satu-satunya cara menjalani hidup dengan baik di antara orang-orang Yoruba.
Orang Yoruba akan meminta petunjuk Ifa sebelum melakukan hal-hal besar dalam hidup. Dengan melakukan ritual khusus dan pengorbanan yang sesuai kepada entitas ilahiah mana yang dimaksud demi hasil yang sesuai dan berkah, melalui babalawo, yaitu tokoh ritual agama tradisional Yoruba atau semacam pendeta atau kyai. Untuk menjadi babalawo sendiri agar memiliki otoritas berkomunikasi dengan Ifa, seseorang harus menjalani pelatihan dan proses inisiasi yang ketat yang dipandu oleh seorang ahli Ifa yang dikenal sebagai oluwo (penguasa pengetahuan esoteris). Pembelajaran ini dapat berlangsung dari 8 hingga 15 tahun.
![]() |
| Victor Omolofaoro Betancourt, bobolowo Santeria, berpose di depan pintu altar di kediamannya di Havana, Kuba pada 19 January 2002 (Getty Image). |
Meskipun orang Yoruba seperti kebanyakan orang Afrika lainnya, berada di bawah tekanan dan pengaruh agama yang menjadi bagian kekuatan ekspansionis lainnya di abad-abad itu, yang sebagian besar dilatarbelakangi perbudakan dan penjajahan, mereka telah mulai mengadopsi teologi berbasis kanon. Odus Ifa, sebagai teks suci, layaknya skrip suci keagamaan lain, menjadi objek interpretasi dan wacana eksegetis akan dunia dan realitas tertinggi. Ifa, seperti dalam semua agama, eskatologis, apokaliptik, dan kosmologis. Walau begitu orang Yoruba tidak meninggalkan sistem kepercayaan agama leluhurnya, yang merupakan percampuran antara identitas budaya dan etos-etos.
Bagi orang Yoruba, Ifa adalah kompas moral dan memberi arah tujuan untuk hidup melalui penginterpretasian odus (atau bab esoteris, mirip surah dalam skriptur suci Islam) secara berkesonambungan. Secara sosial, Ifa memberi kepada orang-orang Yoruba fondasi budaya dan etika yang penting dalam identitas mereka seperti yang diungkapkan melalui kumpulan mitos, legenda, dan kisah-kisah moralitas melalui sastra.
Diaspora dan Perkembangan Agama
![]() |
| Ilustrasi. Pemercaya Candomblé Brasil melakukan ibadat pemujaan Orisha di pada Januari 2022 (pulse.ng). |



Komentar
Posting Komentar