![]() |
| Jean Paul Sartre. |
Objektivikasi yang dilakukan masing-masing kesadaran inilah pemaknaan diri oleh setiap yang-berkesadaran. Oleh karenanya, meski manusia adalah materi, ia adalah bebas dalam memakna diri atas eksistensi personalnya.
Karena kesadarannya untuk makna diri, individu itu juga sebagai "organisme-praktis", yang bebas. Namun kebebasan teraleniasi atau terasing atau tercerabut.
Kebebesan yang mengalienasi itu, manifestasinya dalam ranah praksis adalah mengobjektivikasi diri dalam berbagai produk kesadaran yang sudah tersedia. Praksis kebebasan tadi menjadi anti-praksis, tanpa subjek lagi, yaitu ketika individu manusia menemukan yang tersedia dalam "kolam makna diri", tetapi sebenarnya juga tak dikehendaki secara sadar.
Tindakan manusia bukan lagi tindakan aku sebagai pekerja pencari esensi, melainkan kerja/tindakan yang telah ditentukan oleh bahan-bahan yang sudah diolah atau sudah diciptakan dalam mendefinisikan diri, di ranah praksis.
Fase ini, relasi antarmanusia adalah relasi impersonal, dalam istilah Sartre, "serialitas". Manusia-manusia adalah sekedar sekumpulan benda atau deretan angka. Kumpulan atau susunan kesatuan yang sebenarnya. Dicirikan keberlainan satu dengan lainnya, orang lain tak lebih orang lain saja. Tingkah lakunya ditentukan "le champ practico-internete" saja. Bertindak sesuatu karena pasivitas, disebabkan adanya bahan pemberi definisi diri, bukan makna diri, dalam relasi—atau kerjasama—serialitas atau impersonal.
