Apa itu kreativitas?
Secara teoretis, sejauh ini, ada 4 pendekatan disuguhkan ahli dalam memahami kreativitas.
Pertama ada perspektif kognitif. Pendekatan ini berkaitan kognisi seseorang dalam menemukan jalan keluar bagi situasi rumit tertentu yang menuntut pemecahan praktis di luar cara konvensional. Si subjek memiliki kemampuan adaptif bagi situasi itu. Misalnya, seseorang yang mampu membuat cair ruang kerja dengan pendekatan ke sesama rekan atau bawahannya atau kemampuan seorang ilmuwan merumuskan teori suatu hal yang selama ini membingungkan dan menjadi teka-teki bagi sesamanya yang menggeluti itu.
Kedua ada perspektif kepribadian. Pendekatan ini alih-alih melihat kapasitas kognisi semata seperti pendekatan pertama. Lebih dari itu, perspektif ini melihat atribut dalam diri orang itu: minat atas ide-ide rumit tertentu yang pada gikirannya akan memunculkan semangat yang genuine, dorongan instrinsik. Karena itu, subjek rela meluangkan banyak waktu dan energi dengan tekun, ulet dalam menghadapi ketidakmenentuan (ambiguitas), berani mengambil risiko setelah perhitungan, berpikir terbuka, dan kepercayaan diri atas itu. Semua itu mencerminkan mentalitas kompleks si subjek yang terlihat karakter otonomnya.
Ketiga ada perspektif psikologi sosial. Titik tekan perspektif ini—meski tak mengesampingkan individu subjek—adalah lingkungan sosial. Penilaian mengadopsi teknik penilaian konsensus. Artinya, satu hal bisa dikatakan sebagai produk atau respon kreatif berdasar penilaian ahli dan yang menggeluti itu. Atau, produk atau respon kreatif itu diapresiasi oleh masyarakat yang terbantu dengan kreativitas itu.
Keempat ada perspektif sistem. Ketiga pendekatan sebelumnya menunjukkan hubungan erat antara subjek kreatif dengan lingkungan di mana dia tinggal. Penjabaran sistem ini menyatakan ada 3 bagian (kita imajinasikan "sudut"). Dapat kita imajinasikan mirip segitiga, di mana masing-masing sudutnya itu adalah subjek-kreatif, yaitu berkaitan subjek dengan ide-ide mana layak dipertimbangkan dengan yang digeluti itu; ranah/domain berkaitan di tipe lingkaran pergaulan dan tipe masyarakat yang seperti apa seseorang itu; dan bidang: teknik, lukis, musik, dsj. Meski dalam pola rumit, teori ini hampir mirip dengan teori yang dikemukakan Bouedieu.
Seperti Einstein itu langka, tapi pribadi kreatif diciptakan
Tentu saja, Einstein dan "bolo-bolo"-nya adalah orang-orang terlahir dengan IQ tinggi. Sebagaimana teori ambang batas intelegensi yang menyatakan ada korelasi positif-moderat antara IQ dengan kreativitas. Mereka adalah bintang-bintang peradaban dan temuannya kualifikasi "kreativitas unggul". Sementara kita kualifikasi "kreativitas harian", misalnya kreatif dalam mencari cara melepas mur yang sudah tidak berbentuk heksagon lagi dengan cara, misalnya, melingkari mur itu dengan potongan karet ban dan selanutnya mur itu dijapit tang, kemudian 2 ujung gagang tang ditali karet ban sekuatnya.
Hanya segelintir orang yang lahir akan berakhir menjadi Einstein, Marie Currie, Thomas Alva Edison, atau Leonardo da Vinci. Namun tidak ada salahnya juga untuk sedikit lebih imajinatif dalam berpikir dan bertindak kreatif. Secara rumit, tantangan untuk menjadi kreatif itu juga terkait dengan tipikal masyarakat di situ.
![]() |
| Ng Aik Kwang (penulis dan pengajar bidang psikologi di National University of Singapore) |
Ada dua kisah inspiratif. Darwin setelah menerbitkan kerja sungguh-sungguh dan telaten atas observasinya, The Origin of Species, yang menggemparkan orang Eropa kala itu, menulis surat ke kawannya, psikolog Francis Galton. Tulis Darwin:
... kita tidak punya perbedaan intelektual, hanya masalah passion dan kerja keras.
Ia selama ini menganggap dirinya lebih bodoh ketimbang kawannya. Kisah kedua, ilmuwan perancang roket Jerman, Werner von Braun, dianggap gagal oleh atasannya karena sudah 65.000 kali eksperimen. Atasannya bertanya, berapa lagi waktu dibutuhkan. Braun enteng menjawab butuh ribuan kali lagi. Pada akhirnya, ketekunannya terbayar dengan suksesnya penciptaan misil balistik, yang oleh Nazi dibuat ngebom London. Kisah-kisah tentang tekun pada passion.[]

