Orang langit atau
Skypeoples. Begitu bangsa na'vi, penduduk planet Pandora yang indah dan lestari, menyebut manusia Bumi yang datang menginvasi planetnya. Jack Sully, atau kaumnya menyebut Toruk Makto, adalah yang paling diincar oleh misi orang langit, yang telah mendirikan kota Bridgehead di Pandora, kota-benteng yang menjadi basis invasi manusia di Pandora. Kata Jenderal Ardmore, pemimpin misi invasi,
Bumi sekarat. Tugas kita di sini menaklukkan perbatasan ini. Kurang lebih menjadikan Pandora menjadi rumah baru bagi manusia. Tapi sebelum kita melakukan itu, kita harus mengalahkan musuh.
 |
Anak bungsu Sully, Tuk, akrab dengan laut dan aneka ragam kehidupannya.
|
Jack Sully adalah pemimpin bangsa na'vi ketika mengalahkan invasi manusia Bumi ke planet Pandora, seperti dalam kisah Avatar pertama. Misi menguasai Pandora, belajar dari kegagalan misi yang pertama dulu, diawali oleh rencana membunuh Jack Sully, ini adalah tugas Kopral Wainfleet beserta beberapa anak buahnya. Ia dan anak buahnya adalah manusia yang sudah direkayasa secara genetik menjadi mirip na'vi, berkulit biru, atletis, dan berekor.
Plot
Mengetahui dirinya diburu oleh Wainfleet, Sully tak mau mempertaruhkan keselamatan rakyat yang dipimpinnya; tetap tinggal artinya mengajak berperang rakyatnya melawan invasi manusia dan pastinya akan ada korban berjatuhan. Ia bersama istrinya, Neytiri, dan anak-anaknya, Neteyam, Lo'ak dan Tuk, juga anak angkatnya bernama Kiri, memutuskan pindah dan meminta perlindungan ke Tonowari, pemimpin suku laut yang tinggal di karang-karang dan pemimpin desa Metkayina. Tonowari tak kuasa menolak berdasar hukum yang berlaku di antara bangsa na'vi, uturu. Tempat tinggal na'vi laut jauh di luar jangkauan orang-orang Bumi yang sedang mengejarnya itu. Suku laut tinggal di hamparan pulau-pulau tak terhingga, di kelilingi laut yang begitu luas.
 |
| Sully dan Tonowari. |
Kopral Wainfleet melacak keberadaan Sully yang tinggal di antara hamparan pulau dan karang itu, tapi menentukan persisnya di mana Sully adalah tidak mudah. Tidak kurang akal, ia memancing Sully keluar.
Kopral Wainfleet oleh Jenderal Ardmore diizinkan bergabung dengan kapal canggih sekelompok ahli biologi kelautan dan pemburu tulkun, semacam ikan paus yang super genius dan memiliki empati dan kesadaran. Tulkun ini bisa berkomunikasi bukan saja ke sesamanya, tetapi juga berkomunikasi dengan orang-orang na'vi laut, mereka seperti saudara, sama-sama penghuni Pandora yang saling menjaga. Tulkun diburu karena cairan dalam tubuhnya, disebut amrita, bernilai ekonomi tinggi. Cairan ini oleh manusia dijadikan anti aging—kritik atas bisnis dan dunia kecantikan yang seringkali mengeksploitasi hewan. Manusia tak segan memburu dan membunuhnya demi duit, sesuatu yang tak berguna ketika alam tidak lagi ramah untuk kelestarian dan keberlangsungan spesies manusia.
Lo'ak menjalin persahabatan dengan Payakan, seekor tulkun yang menjalani hukuman diasingkan oleh kawanannya dan suku laut desa Metkayina, karena kesalahpahaman. Sejatinya, Payakan adalah tulkun pemberani melawan para manusia Bumi yang rakus dan memburu mereka. Ketika Tonowari memutuskan berpindah untuk menghindari peperangan dengan manusia dan juga telah memberi tahu rombongan migrasi tulkun yang singgah di desanya, Lo'ak dengan berani pergi demi memperingatkan kawannya itu, Payakan, dari perburuan bangsa manusia. Nahas, kedatangan Lo'ak di wilayah laut tempat Payakan diasingkan barsamaan tibanya kapal pemburu tiba.
 |
| Lo'ak bersama Payakan yang menolong nyawanya. |
Keseruan film memuncak. Sully dan Tonowari mengurungkan niat meninggalkan desa Metkayina untuk menghindari bentrok dengan manusia. Menyusul Lo'ak. Peperangan pecah antara suku na'vi laut serta keluarga Sully versus manusia Bumi pemburu tulkun dan Kopral Wainfleet, pemburu Sully.
Etayam, anak bungsu Sully, gugur. Prosesi penguburannya, sehabis perang, sarat dengan pesan akan apa sejatinya diri dengan alam, menyampaikan pesan filosofis sekaligus mengandung pesan cara pandang spiritual, membawa pesan hakikat manusia dalam relasinya dengan alam. Kita adalah alam; alam adalah kita. Kita hanya mikrokosmos, elemen tiada terpisah penyusun kosmos, dengan ungkapan metafora dalam dialog film sebagai "Bunda Agung", merujuk Eywa. Etayam dikubur di dasar laut, kembali dalam pelukan semacam ganggang laut di lautan Pandora. Representasi manusia adalah dari Bumi, kembali ke Bumi, tidak kemana. Manusia adalah Bumi, manusia adalah semesta itu sendiri.
Krisis Ekologi dan Pesan Mengubah Watak Antroposen Kita
.webp) |
| Tonowari dan istrinya serta pasukannya dalam suasana akan perang dengan kapal pemburu tulkun. |
Avatar 2 The Way of Water menyuguhkan animasi memukau, memanjakan mata penontonnya. Film garapan James Cameron ini menyelipkan pesan-pesan dan sentilan ke tabiat manusia. Mulai watak antroposen manusia sebagai spesies bertabiat rakus dan wataknya mengalahkan satu sama lain alih-alih bekerja sama, eksploitatif dan tentu saja gambaran manusia sebagai mahluk perusak keseimbangan alam, dan konsumtif. Film ini utamanya membawa pesan akan krisis ekologi terutama kerusakan habitat bahari dan iklim, dan nasihat kepada manusia tentang bagaimana memandang diri dengan alamnya. Menekankan pada kritik atas pandangan antroposen kita, "saya
penghuni alam dan bukan dari elemen penyusun alam yang bersiklus", yang keliru dan fatal.
Pesan pertama tentang tabiat manusia yang secara watak rakus dan perusak, eksploitatif, dan konsumtif, juga menyiratkan titik berdiri James Cameron dalam hal perdebatan tentang perburuan paus. Juga, swcara luas, tentang iklim. Seperti kata Sully:
Tak ada hijau di sana. Mereka telah membunuh ibu mereka sendiri dan mereka akan melakukan hal sama di sini.
Tabiat manusia terepresentasikan dalam diri Jenderal Ardmore, gambaran watak manusia yang perusak dan eksploitatif alih-alih mencegah kerusakan dan memperbaiki ekologi Bumi tetapi malah mengincar planet baru untuk dieksploitasi, dan nahkoda kapal canggih pemburu tulkun, yaitu Scoresby, yang merepresentasikan watak manusia tehadap uang bisa mengabaikan empatinya terhadap mahluk-mahluk lain yang dalam dirinya bisa merasakan ketertindasan, penderitaan, dan terancam sebagaimana direpresentasikan tulkun yang diburunya. Tulkun adalah semacam hewan imajinatif, melihat ukuran dan bentuknya mirip paus.
 |
| Jack sully (Toruk Makto) dan Neytiri, istrinya. |
Paus memainkan peran penting dalam ekosistem laut dan mata rantai pemasok oksigen, sesuatu yang vital bagi kelangsungan hidup spesies manusia, juga mahluk hidup lainnya. Keberadaan paus dalam jaringan ekosistem laut, bersama fitoplankton, membantu menyediakan sekitar setengah dari oksigen yang spesies kita hirup.
Populasi paus, yang masuk ordo Catacea, hewan cerdas dan memiliki kemampuan berempati, mengalami penyusutan populasi drastis akibat perburuan manusia dengan memanfaat teknologi, yaitu terapan dari sains, bisa melakukan perburuan dalam jumlah massif dan super eksploitatif. Kelestarian paus hari ini terganggu pula oleh kebisingan laut dari kapal-kapal berlalu lalang, menyebabkan gangguan fungsi kemampuan eco location paus dalam pola migrasinya.
Pesan kedua. Sains, filsafat, dan spiritual sebagai dunia pengetahuan dan pembentuk interior kesadaran manusia, yang kemudian terpancar pada pola sikap dan lakunya, haruslah beriringan. Film dengan cerdas menyentil bahwa sains dan aplikasinya yaitu teknologi tidak membawa kemanfaatan pada diri manusia secara keseluruhan. Watak antroposen dalam diri manusia berupa anggapan bahwa alam dan isinya disediakan sepenuhnya untuk mereka, untuk diakumulasi, sebanyak-banyaknya untuk diri sendiri. Oleh film dikritik sebagai pandangan keliru dan fatal.
 |
| Miles Sicorno, anak Wainfleet, biasa dipanggil Spyder atau "Monkey boy" oleh anak-anak Sully. |
Spiritual yang diusung film ini menyiratkan ajakan merenungkan
religion of cosmos, 'agama kosmos', kesadaran spiritual atau cara pandang diri dengan alam—tentu juga dengan mahluk-mahluk lain—sebagai ketiadaterpisahan, kesalingtergantungan. Cara pandang
interbeing. Dalam relasinya, digambarkan oleh interior mental bangsa na'vi dengan Bunda Agung, Eywa, yang tak lain tal bukan adalah planet Pandora itu sendiri. Kadang ditampilkan sebagai semacam pohon kehidupan di dalam laut yang semua kehidupan di Pandora terkoneksi kepadanya. Eywa, representasi tuhan metaforis, mirip-mirip ide panteisme: kita adalah tiada terpisah dengan alam dan alam penyedia kebutuhan hidup kita. Untuk lestari antar generasi, manusia harus menjaga alam dan mahluk-mahluk lain yang secara ekosistem adalah mata rantai keseimbangan alam.
Penegasan bahwa diri tiada lain alam itu sendiri, atau manusia tidak ubahnya dengan mahluk hidup lainnya sebagai elemen Bumi atau, lebih luasnya, semesta ini, dengan satir digambarkan dalam cara anak-anak Sully memanggil Miles Sicorno, yaitu anak manusia, anak kandung Kopral Wainfleet, yang terpaksa ditinggal di Pandora ketika orang-orang langit dideportasi kembali ke Bumi oleh bangsa na'vi, ketika dahulu kalah perang invasi. Anak-anak Sully memanggil Sicorno kadang dengan panggilan satir "monkey boy", bocah monyet.