Zoroastrianisme, atau menurut awam lebih dikenal agama Majusi, bisa dikatakan sebagai agama monoteistik tertua di dunia. Berpusat pada petuah-petuah Nabi Zarathushtra, yang diucapkan "Zoroaster" oleh orang Yunani kuno, dan pusat pemujaannya pada Azura Mazda, Tuhan Kebijaksanaan. Zoroastrianisme juga mengenal dua prinsip yang saling bertentangan yang mewakili kutub baik dan jahat: Spenta Mainyu, 'Yang Maha Pemurah', dan Angra Mainyu, 'Yang Maha Perusak'. Manusia diselubunginya, berjuang menahan kekacauan dan kehancuran melalui cara melaksanakan kebaikan.
Asal-usul
![]() |
| Upacara ritual Navtoje. |
Agama Indo-Iran ini pada zaman Zarathushtra bercorak politeististik, artinya orang-orang memuja banyak pencipta. Meski detailnya para pencipta yang dispuja tidak diketahui persis, Zoroaster mungkin yang menggagas dan menempatkan satu pencipta yang telah ada menjadi tuhan atau pencipta tertinggi, sehingga lahirlah konsep agama monoteistik pertama di dunia, yaitu agama yang berpusat memuja dan menyembah satu pencipta. Karena itu, Zoroastrianisme memiliki beberapa kesamaan dengan kepercayaan Veda kuno, misalnya azura (sosok bertugas menciptakan keteraturan) dan daeva (sosok pencipta kekacauan) dalam Zoroastrianisme dibandingkan dengan asura dan deva yang bersaing memperebutkan kekuasaan dalam Veda.
Zoroastrianisme berkembang menjadi salah satu agama terpenting di dunia kuno. Dari 600 SM sampai 650 M, Zoroastrianisme adalah agama resmi Persia (Iran kuno). Saat ini, hanya ada sekitar 190.000 pemercaya Zoroastrianisme di seluruh dunia.
Tradisi Keagamaan
Meski ada kuil Zoroastrian dan banyak praktik ibadat di mana orang-orang pemercayanya beribadah secara berjamaat, sebagian besar ritus ibadat Zoroastrian bisa didirikan di rumah. Ibadatnya berfokus pada nilai-nilai etika pokok: Perkataan Baik, Pikiran Baik, dan Perbuatan Baik. Banyak Zoroastrian beribadat doa beberapa kali dalam sehari, selalu menghadap ke sumber api atau cahaya. Meski tidaklah wajib, beberapa pempraktik ritus mengenakan tali simpul yang disebut kusti, diikat tiga kali melambangkan tiga nilai ajaran Zoroastrian.
Di dalam kuil Zoroastrian ada api yang selalu dijaga menyala, simbolisasi kekuatan abadi Azura Mazda dan terang dunia. Api juga diakui sebagai pembersih yang palong kuat dan dimuliakam berangkat dari hal tadi. Api kuil agar bisa dikuduskan perlu menyala terus hingga satu tahun, dan banyak api dalam kuil yang telah menyala selama bertahun-tahun, bahkan berabad-abad. Peziarah di kuil membawa persembahan berupa kayu, yang dimasukkan ke api oleh seorang pendeta yang wajahnya bertutup. Tutup muka mencegah api ternodai oleh nafas. Peziarah kemudian diurapi dengan abu dari bakaran api.
![]() |
| Para pemimpin agama Majusi dalam suati ritual (ilustrasi). |
Upacara anak-anak memasuki usia dewasa, balig, dalam Zoroastrian disebut Navjote atau Sedreh-Pushi. Anak-anak berusia antara 7 hingga 12 tahun berpartisipasi dalam ritus mencuci dan mendirikan ritual sendiri untuk pertama kalinya.
Kepercayaan
Meski Zoroastrian mengakui sosok gaib yang tingkatannya lebih rendah, Azura Mazda, sosok pencipta Zoroastrian tertinggi, adalah satu-satunya tuhan yang disembah. Prinsip etika yang utama Zoroastrianisme adalah Humata, Hukhta, Huveshta (berpikir baik, berbicara baik, bertindak baik). Ini adalah harapan ilahiah atas manusia, dan hanya melalui kebaikan, kekacauan dapat dicegah. Kebaikan seseorang menentukan nasib akhir mereka setelah mati.
Pemercaya Zoroaster mempercayai jika ketika seseorang meninggal, jiwanya dihakimi oleh ilahi. Roh yang baik beralih ke "kehidupan terbaik", sementara yang jahat dihukum siksaan. Saat memdelati kiamat dunia, orang-orang yang telaj mati akan dibangkitkan dengan tubuh baru. Dunia akan terbakar tetapi hanya orang jahat yang akan merasakan kesakitan dan menderita. Api akan memurnikan semua ciptaan dan membersihkan kejahatan. Angra Mainyu akan dihancurkan atau dibuat tidak berdaya, dan semua orang akan tinggal di surga, kecuali mereka yang sangat jahat. Menurut rujukan beberapa sumber keagamaan ink akan terus menderita tiada akhir.
Penting untuk diperhatikan, karena agama ini sudah ada begitu lama dan sangat kuno, kepercayaan dan ritual telah berubah seiring waktu. Sementara Zoroastrianisme dianggap sebagai agama monoteistik, ada kalanya dalam fase sejarah di mana iman/kepercayaan terlihat dicirikan sebagai dualisme-teistik atau politeistik.
Avesta, Kitab Suci Zoroastrian
Teks sakral keagamaan Zorastrianisme dinamakan Avesta. Keberadaan naskah Avesta yang asli diyakini sebagian besarnya telah dihancurkam ketika Alexander Yang Agung atau disebut pula Iskandar Zulkarnain menyerang Persia. Teks yang tersisa dikumpulkan dan disusun kembali antara abad ke-3 dan ke-7 Masehj. Avesta berisi beberapa bab atau mirip surah dalam Islam, yang masing-masing bab dibagi lagi menjadi subbab-subbab.
- Yasna and Visperad berisi puji-pujian, kidung, dan doa-doa yang dirapalkan selama ibadat ke pencipta.
- Vendidad menjelaskan perihal gaib yang jahat dan bentuk-bentuknya, serta menjelaskan pula bagaimana mengalahkannya.
- Yashts berisi include 21 puji-pujian dalam berdoa.
- Siroza berisi doa-doa memanggil 30 entitas ilahiah yang lebih rendah yang memiliki tugas berbeda di masing-masing bulan kalender Zoroastrian.
- Nyayeshes and Gahs include prayers to the Sun and Mithra, the Moon, the Waters, and Fire.
- Nyayeshes dan Gahs termasuk berisi doa ke Matahari dan Mithra, Bulan, Air, dan Api.
- Afrinagans berkaitan mencari berkah kala dibaca di berbagai pesta dan hari raya dan dobaca sebagai penghormatan pada kerabat atau siapa saja yang telah meninggal.
Hari Raya dan Perayaannya
![]() |
| Perayaan Sadeh, perayaan keagamaan tahunan biasa diselenggarakan memasuki musim dingin. |
Perayaan lainnya di antaranya perayaan Gahambar yang diselenggarakan selama lima hari berturut-turut dan enam kali rentang setahun sebagai perayaan musiman. Masing-masing bulan menurut penanggalan Parsi dikaitkan dengan aspek alam, seperti halnya setiap hari dalam sebulan. Perayaan Gan diadakan di hari kapan saja. Bulan juga dikaitkan dengan aspek yang sama, seperti api, air, dll. Contohnya Tirgan (perayaan air), Mehrgan (perayaan Mithra atau panen) dan Adargan (perayaan api).


