Paulo Freire adalah salah satu filsuf paling berpengaruh dalam pedagogi. Berpaspor Brasil, ia mengubah cara pandang seluruh dunia terhadap pendidikan, Paulo Freire dan karya-karyanya sangat penting di bidang filsafat, pedagogi, dan Ilmu Sosial.
Paulo Freire
Lahir pada 1921, bernama lengkap Paulo Reglus Neves Freire lahir di Recife, ibu kota Pernambuco, salah satu negara bagian di Brasil yang terletak di Timur Laut. Ia salah satu pendiri gerakan pedagogi kritis. Ia diperhitungkan di seluruh dunia sebagai salah satu pemikir penting di bidang filsafat pendidikan dan pedagogi. Karya besarnya, Pedagogy of the Oppressed. Sebuah buku yang mendobrak pada masanya dan masih sangat relevan hingga kini.
| Paulo Freire. |
Sekalipun Paulo terlahir dari keluarga kelas menengah, ketika terjadi krisis ekonomi memaksa keluarganya untuk merasakan kemiskinan dan kelaparan, untuk sementara waktu. Berangkat dari pengalaman hidup mencicipi kenyataan pahit itulah lahirnya filosofi yang digagas Paulo Freire.
Teorinya adalah sebuah sistem yang bertujuan untuk menyediakan pengetahuan kepada kelompok masyarakat marginal secara efektif tanpa mengabaikan kondisi sosial dimana mereka hidup, dan mendidik mereka untuk memiliki pandangan kritis terhadap dunia. Lebih luas, kita dapat mengamati pengaruh dari banyak filsuf sebelumnya dalam karya Paulo Freire, seperti Rousseau, Hegel, dan Kierkegaard. Bahkan pengaruh-pengaruh dari penulis pada era yang sama periode hidup Freire, semisal Jean-Paul Sartre dan John Dewey.
Tujuan filosofi paling utama digagas Paulo Freire adalah untuk mendidik masyarakat tentang potensi diri mereka sendiri sebagai manusia, untuk menunjukkan kepada mereka bahwa mereka itu memiliki kekuatan untuk mengubah nasib mereka sendiri dan dunia di sekitar mereka menjadi dunia dan tempat yang lebih baik.
Contoh historis mengenai hal di atas terjadi pada 1961, ketika Freire dan timnya menerapkan metode yang mampu mengajarkan literasi kepada 300 pekerja pedesaan yang tidak memiliki pendidikan formal sebelumnya, itu dilakukan hanya dalam kurun 45 hari. Prestasi seperti itu cukup menarik perhatian pemerintah Brasil. Presiden João Goulart menerapkan metode yang sama di banyak wilayah lain di negaranya hingga terjadi kudeta militer pada 1964 yang membawa Brasil ke dalam kediktatoran yang lama. selama lebih dari dua dekade. Rentang periode itu, karena represi politik, Freire meninggalkan negaranya dan baru kembali pada 1980.
Dalam bagian berikut nanti, kita akan membahas aspek terpenting dari karya Freire, yaitu mengeksplorasi dasar-dasar filsafat pendidikannya dan melihat gerakan pedagogi kritis yang dimulai pada abad ke-20 dan masih berlanjut hingga saat ini.
Filsafat Pendidikan
Filsafat pendidikan dan pedagogi sering kali salah dipahami. Lantas, apa perbedaannya? Pedagogi adalah praktik mengajar sekaligus mempelajari metode yang harus diaplikasikan dalam proses mengajar. Praktik ini sering diaplikasikam di sekolah dan lembaga pendidikan lainnya.
Adapun filsafat pendidikan merupakan cabang filsafat terapan yang menjadikan pendidikan sebagai object materia secara keseluruhan. Mempelajarinya secara spesifik, karakteristik-karakteristiknya dan mempelajari tujuan dari model pendidikan yang berbeda-beda, serta masalah yang ditimbulkan dari metode yang diaplikasikan.
Asal-usul filsafat oendidikam dan pedagogi dapat dilacak ke belakang ke jantung filsafat itu sendiri, karena antara filsafat dan pendidikan tidak dapat dipisah. Gambaran bagus tebtang hal tersebut adalah konflik antara Sokrates dan kaum Sofis, yang berkutat mendebatkan sejatinya pendidikan itu apa dan bagaimana pendidikan harus dijalankan.
Selain Paulo Freire, yang notabene bapak gerakan pedagogi kritis, ada nama-nama lain yang juga berpengaruh. Diantaranya ada Henry Giroux, Peter McLaren, Gloria Jean Watkins, juga dikenal sebagai bell hooks, dan Antonia Darder. Titik kesamaan dari semua penulis ini adalah kepedulian mereka terhadap pengembangan sistem pendidikan yang demokratis, yaitu pengaplikasian metode pengajaran yang menghormati siswa sebagai sosok manusia dan kepentingan individunya, membimbing dan merangsang para siswa mengembangkan nalar kritis, dan mengajarkan mereka agar menyadari pentingnya melawan segala bentuk diskriminasi dan kesalahpahaman yang meluas. Gerakan pedagogi kritis masih berjalan hingga saat ini dan banyak pengikut aliran pemikiran ini tersebar di seluruh penjuru dunia.
Gerakan Pedagogi Kritis
Freire adalah filsuf pertama yang memperkenalkan istilah peyoratif “banking education” ketika mengkritik bentuk pendidikan tradisional yang diterapkan di hampir semua sekolah yang ada, dan masih saja dipraktikkan hingga saat ini terutama dipraktikkan di negara-negara tertinggal dan berkembanh. Model "pendidikan bank", sebagaimana dijelaskan Paulo Freire, merupakan suatu bentuk pedagogi—atau model praktik mendidik—yang menempatkan siswa ibarat rekening kosong dan pengajar kemudian mengisinya dengan pengetahuan tertentu hingga ambang batas yang diingini.Dari sudut pandang tersebut, problematika pedagogi model seperti ini sangat mudah untuk diterka, yaitu kurangnya ruang untuk para siswa mengekspresikan diri yang berguna menumbuhkan daya kreatifnya. Model pendidikan seperti tradisional ini abai terhadap realitas latar belakang dari mana masing-masing siswa berasal, juga abai terhadap realitas yang ada. Pengetahuan diberikan dengan cara kaku di ruang-ruang belajar.
Lebih jauh lagi, kita dapat berasumsi dan membaca bahwa kelas sosial yang mendominasi dalam bidang ekonomi mempunyai pengaruh besar terhadap model pendidikan tradisional. Diuntungkan. Karena mereka yang paling sering menduduki kekuasaan dan arah sistem pendidikan. Oleh karena itu mereka menerapkan model pendidikan yang menguntungkan kepentingan kelas mereka.
Dunia pendidikan seharusnya tidak menjadi mekanisme bagi kelas superior dan yang mendominasi untuk melanggengkan dan memperluas cengkeraman kekuasaannya melalui indoktrinasi di ruang-ruang pendidikan. Sebaliknya, pendidikan harus menjadi alat bagi kelas subordinat dan tertindas untuk tergerak aktif mengubah kondisi mereka sendiri menjadi lebih baik, agar kita menjadi lebih baik sebagai umat manusia. Singkatnya, ini adalah aliran pemikiran dalam pedagogi dan filsafat pendidikan yang golnya bersifat emansipatoris kelas subordinat dan tertindas baik dari sudut pandang intelektual maupun sosial.
Pendidikan Kaum Tertindas
![]() |
| Sampul buku Freire versi Bahasa Indonesia dari Pedagogy of the Oppresed. |
Di buku itu, Paulo Freire menjabarkan konsep-konsep yang kunci seperti yang diterapkan dalam model "bank education" yang telah disinggung sebelumnya, yang banyak menuai kritik oleh para pemikir pedagogi kritis dan pengadvokasi metode pengajaran dialogis dua arah, di mana pendidik dan siswa akan berbagi pengetahuan satu sama lain melalui dialog-dialog. Juga mata pelajaran akademik dijadikan alat analisis realitas sosial dan pemetaan minat masing-masing siswa.
Setelah mengekspos kelemahan model pendidikan tradisional yang bermodel "pendidikan bank", Freire menawarkan alternatif metode pengajaran yang lebih baik, yaitu metode pengajaran dialogis, Freire selanjutnya menjelaskan pentingnya pendidikan sebagai alat untuk mengubah masyarakat menjadi lebih baik.
Menurut sang filsuf, pendidik harus menjadi tokoh revolusioner yang memiliki tanggung jawab tidak hanya mentransfer pengetahuan kepada para siswa, tetapi juga yang mendorong mereka untuk melakukan refleksi diri, pengembangan diri, kemampuan berpikir kritis, dan kesadaran kelas.
Pendidikan Kaum Tertindas adalah buku bacaan bernas dan tak lekang waktu bagi siapa pun yang tertarik merenungkan apa hakikat dari pendidikan. Buku fberungsi sebagai panduan bagi para profesional di bidang pedagogi yang di waktu luangnya mempertanyakan metode pengajaran tradisional dan mengupayakan pengembangan ruang pembelajaran demokratis di dalam ruang kelas.
Warisan Kefilsafatan Freire
Paulo Freire adalah salah satu filsuf paling menonjol dalam mendekati dan memahami bidang pendidikan. Ia hingga hari ini merupakan penulis Brasil paling terkenal dan dihormati, pelindung dan penasihat bidang pendidikan di Brasil, dan sosok yang diakui di seluruh dunia sebagai genius pedagogis, Institut Paulo Freire yang berdiri di São Paulo berfungsi sebagai arsip untuk karya-karya ekstensif sang maestro. Lembaga juga mendorong keberlanjutan pemikiran-pemikiran Freire di bidang pendidikan dan banyak menyelenggarakan acara seminar dan kegiatan berkaitan filsafat pendidikan dan metode pengajaran (pedagogi).
Terlepas setuju atau tidak dengan metode pengajaran yang diusulkan oleh para pemikir pedagogi kritis, tak dapat disangkal bahwa kita sebagai spesies untuk lebih berkembang lagi terus menerus harus mengupayakan perbaikan di setiap lini kehidupan sosial kita dan tak terkecuali sistem, sarana, dan metode pengajaran itu sendiri, sebagai rangkaian satu kesatuan tak terpisah. Pendidikan dan metodenya, serta gol dirancang dari pendidikan, merupakan pilar-pilar penting dalam membangun masyarakat.
Model pendidikan harus selalu melakukan rekoreksi dan memperbarui dirinya agar tidak obselette terhadap tantangan zaman yang dihadapi atau diprediksi akan dihadapi, dan mampu menyelami kebutuhan dari generasi baru ke depan dan keotentikannya. Terbukti bahwa siswa belajar lebih baik ketika pelajaran yang diajarkan dengan pembejaran dua arah atau dialogis, dengan membenturkan pelajaran akademik dengan realitas keseharian, dan minat masing-masing siswa, ketika mereka secara bebas mengungkapkan pendapat dalam mendiskusikan pelajaran dengan membenturkannya terhadap lenyataan sehari-hari sekitar.
Pada intinya dan poin terpenting dari warisan Paulo Freire adalah dorongan kepada kita untuk mempertanyakan segala sesuatu yang kita jumpai, merenungkannya, dan berpikir kritis. Itu tadi adalah sesuatu yang paling berharga bagi kita sebagai manusia, yang menjadi pembeda krusial antara kita dengan hewan. Lebih-lebih di era sekarang di mana kita hidup di era surplus informasi, yang sebagian besarnya mungkin tidak akurat dan hoax.
.jpeg)
