Mengangkat tokoh klasik dari Asia Tengah, Timur Lenk. "Timur" dalam bahasa Mongol berarti besi dan "Lenk" artinya pincang. Sebab ia jalannya pincang. Ia pendiri Kesultanan Timurid. Kekuasaannya membentang dari India, bagian barat Pakistan, Afghanistan, Uzbekistan, Iran, Suriah, hingga sekarang wilayah timur Turki modern, yang di baratnya dahulu berdiri Kekaisaran Utsmaniyah (Ottoman). Kompetitor sepadan baik militer maupun luas wilayah bagi kekuasaan kesultanan Timurid-nya Timur Lenk.
Perang Ankara, dipungkasi tertawannya Bayazid I oleh Timur Lenk adalah titik didih hubungan dua kesultanan. Tertawannya Bayazid menjadi sebab Interregnum Utsmaniyah, perang saudara di Turki Utsmani. Apalagi kalau bukan kosong kekuasaan pemicunya?Dikatakan keturunan Turki-Mongol. Konon ia adalah anak dari cicit Jengis Khan. Namun perihal ini tidak disinggung dalam film. Ia sekadar digambarkan anak dari tetua Suku Barlas.
Rilis tahun ini. Plot film Rise of Conqureor (Munculnya Sang Penakluk) menempatkan Timur sebagai protagonis. Digambarkan sebagai orang yang menolak kekuasaan dan loyalis iparnya, Hussein, pewaris sah setelah kematian sultan, tak lain kakek istrinya. Kakek dari Hussein juga, yang di akhir film ternyata dibunuh oleh Hussein sendiri. Kematian sang sultan, awal mula kekacauan massal dan lumpuhnya Jalur Sutra, urat nadi ekonomi internasional zaman kuno.
Timur, dalam film, digambarkan selalu mendukung iparnya untuk mengklaim kekuasaan. Walau, secara politik, ia tak bisa apa-apa ketika Tuglu Khan menunjuk anaknya. Illias, menjadi raja di Samarkand. Walau dalam sejarah ditulis bahwa Timur juga menginginkan kekuasaan itu. Ia menunggu momen tepat bahkan untuk menyingkirkan pesaing dekatnya, Hussein.
Watak oportunis Timur Lenk mengingatkan karakter oportunis Tokugawa Ieyasu dalam sejarah era Penyatuan Jepang. Ia menunggu saat tepat menjadi penguasa seluruh Jepang Kuno, melenyapkan kompetitornya terakhir yang tak lain Hideyoshi Toyotomi.
Ia dikhianati Hussein ketika hendak menghalau dan memukul pasukan Illias yang hendak menyerbu Samarkand. Ia ditinggalkan iparnya agar terbantai pasukan Illias dalam Perang Lumpur. Ia tersadar bahwa iparnya sendiri hendak menyingkirkannya. Popularitasnya di mata rakyat yang kuat mengancam ambisi Hussein. Tiada beda dengan Illias yang juga terancam popularitasnya oleh keberadaan Timur.
Timur sendiri dikagumi dan dipercaya Tuglu Khan, sekali lagi, ayahnya Illias, sosok yang menunjuk Timur langsung untuk menjadi pendamping (penasihat) anaknya selama ia menjadi raja Samarkand. Tuglu Khan sadar bahwa anaknya dengan ambisinya yang besar tidaklah cakap memimpin.
Film berakhir dengan tewasnya Ilias dan Hussein. Timur Lenk naik kekuasaan. Timur Lenk merestorasi ketertiban umum dan memastikan Jalur Sutra aman kembali dilalui kafilah dagang baik dari Asia Timur ke Barat (Eropa) dan sebaliknya.
Dalam sejarahnya, Kekaisaran Timurid disebut-sebut melahirkan Renaisans Islam, ketika bahkan Eropa-Kristen di Era Kegelapan. Bidang sastra, seni, sufisme, dan arsitektur berkembang.
Timur Lenk, pengagum sufi dan pengikut tarekat sufisme Naqsabandiyah, berdarah campuran Mongol, seorang jendral militer ahli taktik perang. Tiga dekade melakukan ekspedisi militer penaklukan, yang seringnya brutal. Namun ia lemah dalam administrasi. Alasan mengapa banyak wilayah taklukan sering muncul pemberontakan, walau akhirnya dapat dikendalikan kembali dengan ekspedisi militer untuk kedua kalinya. Boros secara hitungan sumber daya. Begitu dicatat namanya.
Terlepas dari positif-negatif rekaman sejarah mengekor namanya, serta bagaimana film menempatkan sosoknya, ia dikenal sebagai bukan sekadar pribadi yang puas berhenti menghidupi ambisinya, kekuasaan. Melainkan sosok yang paham bahwa, dari sarana kekuasaan ia dapat menerjemahkan visi-visi dunia idealnya ke ranah praksis, dunia konkrit. Itulah yang membedakan antara penguasa dan pemimpin.

